Home / Opini / Opini: “Harga Pangan Stabil Iya, Stabil Tinggi…”

Opini: “Harga Pangan Stabil Iya, Stabil Tinggi…”

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kanan) bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, di Jakarta, Senin (15/8/2016). Pemerintah akan menentukan harga eceran tertinggi 14 komoditas bahan pangan.(Estu Suryowati/Kompas.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyepakati adanya stabilisasi harga pangan selama bulan Ramadhan tahun 2017.

Namun, Direktur INDEF Enny Sri Hartati memandang harga pangan masih berada di atas harga acuan penjualan konsumen. Artinya, lanjut dia, upaya stabilisasi harga belum mampu memulihkan daya beli masyarakat.

“Kemarin Presiden mengapresiasi (harga pangan) selama Ramadhan tahun ini adalah yang terbaik selama 10 tahun terjadi stabilitas harga pangan,” kata Enny, dalam konferensi pers yang digelar di kantor INDEF, Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (10/7/2017).

“Ternyata setelah kami bandingkan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), kalau dilihat harga pangan stabil iya, stabil tinggi,” kata Enny.

Berdasarkan hasil pemantauan PIHPS di 160 pasar di Indonesia selama 9 September 2016 hingga 12 Juni 2017, menunjukkan harga di pasar masih cenderung lebih tinggi dibanding harga acuan pemerintah.

Contohnya, harga beras medium di pasar lebih mahal 17 persen dari harga acuan. Kemudian harga gula pasir lebih mahal 10,1 persen dari harga acuan.

Harga daging sapi kualitas 1, lanjut dia, lebih mahal 47 persen dari harga acuan. Harga daging sapi kualitas 2 lebih mahal 37 persen dari harga acuan, dan minyak goreng curah lebih mahal 19 persen dari harga acuan.

Baca Juga :  Zulkifli Hasan ungkap Intervensi JK kala Pencalonan Anies Baswedan

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button