Home / Opini / Opini: Indonesia terancam gagal bayar utang

Opini: Indonesia terancam gagal bayar utang

Dalam berbagai paparannya Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan utang pemerintah aman terkendali

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Gali lobang, tutup lobang. Itulah lagu hits Rhoma Irama yang ngepop pada tahun 1970-an.

Lagu itu ngetop karena merepresentasikan kehidupan sehari-hari masyarakat kebanyakan saat itu. Lagu itu juga menjadi sindiran halus bagi pemerintah yang kala itu rajin berutang. Lagu tahun 1970-an itu kini merepresentasi secara lebih pas kondisi utang pemerintah Jokowi, yang getol berutang untuk memenuhi ambisi pembangunan infrastruktur. Bagaimana posisi utang Indonesia, dan akankah pemerintah mampu mengatasinya?

Berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, utang Pemerintah Pusat hingga bulan Mei 2017 mencapai Rp3.672,33 triliun. Utang itu terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2.943,73 triliun (80,2%) dan pinjaman sebesar Rp728,60 triliun (19,8%).

Adapun pembayaran kewajiban utang di bulan Mei 2017 mencapai sebesar Rp62,98 triliun, terdiri dari pembayaran pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp39,89 triliun dan pembayaran bunga utang sebesar Rp23,09 triliun. Indikator risiko utang bulan Mei 2017 menunjukkan sedikit perubahan untuk risiko tingkat bunga di mana variable rate ratio berada level 11,3 dan refixing rate di level 19,3.

Sedangkan indikator jatuh tempo utang dengan tenor hingga 5 tahun naik dari 37,2% menjadi 38,6% dari total outstanding. Dibanding bulan sebelumnya, rata-rata perdagangan SBN di pasar sekunder bulan Mei 2017 cenderung meningkat.

Porsi kepemilikan oleh asing atas SBN yang dapat diperdagangkan di bulan Mei 2017 mencapai 39,15%. Mayoritas investor asing masih memegang SBN dengan jangka menengah-panjang (di atas 5 tahun). Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN), baik domestik maupun SUN Valas, pada akhir bulan Mei turun dibanding posisi akhir tahun 2016, rata-rata penurunan mencapai 59 bps untuk SUN domestik dan 17 bps untuk SUN berdenominasi dolar AS.

Baca Juga :  Seminggu 3 kali Jennifer Aniston Beryoga

Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia akhir Mei 2017 mencapai US$124,95 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir April 2017 yang sebesar US$123,25 miliar.

Pencarian Terkait:

  • sbn jika gagal bayar

< 1 2 3 4 5>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button