Home / Opini / Opini: SBY-Prabowo makan nasi goreng, mengapa Jokowi kepedasan?

Opini: SBY-Prabowo makan nasi goreng, mengapa Jokowi kepedasan?

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Sengaja Saya tidak memberikan komentar atau artikel tertulis pada saat pertemuan SBY dan PRABOWO Dua hari lalu, tepatnya tanggal 27 Juli 2017 yang baru berlalu.

Saya turut mengamati pertemuan tersebut dari dekat dan mengikuti detik demi detik pertemuan yang menurut pengamatan saya sangat akrab, sangat dekat, saling menghargai dan saling menghomati.

Pertemuan Dua poros politik dan Dua tokoh Bangsa yang menjadi kekuatan politik Nasional. Pertemuan tersebut jauh dari konotasi negatif namun sungguh seluruh pembicaraan bermuara pada bagaimana membentuk kerjasama moral mengawal perjalanan bangsa Indonesia dan bagaimana membangkitkan Indonesia yang tidak seharusnya mengalami masa sulit seperti sekarang. Itulah semangat pertemuan antara SBY dan PRABOWO yang jelas terungkap dari isi pembicaraan dan substansi konperensi pers setelah pertemuan.

Pasca pertemuan yang bertujuan baik demi Bangsa dan Negara tersebut, anehnya justru memunculkan reaksi dan respon terbalik yang membalikkan logika waras. Pertemuan yang mestinya adalah kritik membangun bagi pemerintahan Jokowi, justru menunjukkan Jokowi anti kritik dan malah mengkritik balik pertemuan tersebut. Nampaknya diplomasi Nasi Goreng Gerobak suguhan makan malam dari SBY kepada PRABOWO membuat Jokowi kepedasan. SBY dan PRABOWO yang makan nasi goreng, tapi Jokowi yang kegigit cabe rawit dan kepedasan. Itulah analogi yang bisa mewakili suasana sebelum pertemuan dan setelah pertemuan.

Sebelum pertemuan berlangsung, Jokowi sudah nampak keluar kegenitan politiknya mengomentari rencana pertemuan tersebut.

Mungkin reaksi Jokowi yang tak sepatutnya tersebut adalah ungkapan kekuatiran dan kegalauan karena Dua tokoh yang diprediksi tidak akan bisa menyatu, ternyata malah bersatu akibat pemaksaan kehendak Pemerintah mengesahkan UU PEMILU yang cacat logika.

“Pertemuan tersebut bagus saja *asalkan* untuk kepentingan bangsa dan bukan untuk kepentingan kelompok atau diri sendiri”. Begitulah kira-kira tanggapan Jokowi atas rencana pertemuan SBY dengan PRABOWO. Garis bawahi kata “asalkan” yang digunakan oleh Jokowi.

Baca Juga :  Penting dibaca: Cara hadapi orgasme dini!

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button