Home / News NTT / Pemkab TTS menggeliat bangun kincir angin lahirkan listrik 100 MW

Pemkab TTS menggeliat bangun kincir angin lahirkan listrik 100 MW

Penjabat Sekda TTS Epi Tahun, di ruang kerjanya, Soe, Jumat (28/7/2017) pukul 12.25 WITA. (foto: v.j.boekan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal sebagai daerah yang paling bersemangat untuk melakukan perubahan.

Salah satu yang paling menonjol—bukan saja viral di media sosial—menjadi percakapan dunia, adalah pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah di Kabupaten Flores Timur yang dilengkapi dengan turbin listrik energy baru terbarukan, yang digerakkan arus laut menjadi tenaga listrik berkekuatan hingga 300 Megawatt (MW).

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Selatan (TTS) yang merupakan kabupaten terluas di NTT, sedang mempersiapkan berbagai hal mengenai rencana pendirian kincir angin di Oelbubuk setinggi kurang lebih 100 meter untuk menggerakan tenaga listrik energi baru terbarukan berkekuatan 100 MW.

“Kemarin ada tim teknis dari Jakarta, dan dari dua mitra kerja lainnya untuk melakukan survey terkait dengan rencana mendirikan kincir angin energy baru terbarukan untuk menggerakkan tenaga listrik bagi kebutuhan Pemerintah Kabupaten dan masyarakat TTS,” kata Penjabat Sekda TTS Epi Tahun ketika ditemui di ruang kerjanya, Kota Soe, Jumat (28/7/2017) pukul 12.25 WITA.

Epi Tahun yang masih menjabat sebagai Asisten II Sekda TTS menggantikan Sekda Salmun Tabun yang kini masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang menambahkan, pihaknya berharap dalam waktu dekat mereka akan duduk satu meja dengan pihak investor dari Denmark, Tim Teknis, dan pihak PLN di Jakarta untuk membicarakan perihal nilai jual.

Diakuinya bahwa selama ini belum ada harga jual dari sisi PLN karena ini energi baru terbarukan yang baru pertama kali dicoba di Indonesia. Pihak investor dan tenaga teknis sudah datang ke tingkat wilayah dan membahasnya dengan Pak Richard (General Manager PT PLN Wilayah NTT Richard Safkaur, Red)

“Kami juga sudah survey detail jalan ke lokasi, juga dari Oetune menuju ke Soe,” katanya.

Baca Juga :  Nikah Massal di Kota Kupang, Sepi Apresiasi Pasutri

Dijelaskan, Oetune adalah lokasi pelabuhan pendaratan, sedangkan lokasi penempatan kincir angin adalah di Oelbubuk, Kecamatan Molo Selatan.

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button