Home / Gaya Hidup / Penyebab orang Aceh telat menikah…

Penyebab orang Aceh telat menikah…

foto: aceh.net

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Menikah merupakan ikatan dan janji suci yang dilakukan pasangan lelaki dan wanita untuk hidup bersama.

Hal ini sejalan dengan ‘akad nikah’ yang mana ‘akad’ berasal dari kata ‘ikat’ yang berarti pasangan yang sudah menikah harus senantiasa bersama kemanapun mereka pergi. Begitu sucinya pernikahan sehingga Allah Swt menghalalkan diantara keduanya untuk memperoleh surga dunia.

Akan tetapi kendatipun menikah memiliki banyak nilai positif, masih saja banyak oknum tertentu khususnya di Aceh yang telat atau belum menikah.

Padahal menikah dapat menjaga pandangan, menjaga kemaluan, menjadikan hidup lebih teratur, memberikan keturunan dan masih banyak lagi. Berikut adalah beberapa sebab mengapa kebanyakan orang Aceh telat menikah.

7. Belum ada calon

Calon merupakan syarat mutlak bila seseorang ingin menikah, karena tidak mungkin suatu pernikahan terjadi tanpa ada pasangannya. Bagi lelaki, problema ini sering terjadi karena mereka yang pemalu dan menutup diri. Padahal secara hukum alam, kodratnya lelaki yang mencari siapa calon yang pantas dan layak untuknya. Lelaki tidak hanya bisa menunggu seperti wanita pada umumnya. Walaupun jodoh sudah ditentukan, namun hakikatnya ikhtiar dianggap jalan menuju jodoh yang sudah ditentukan tersebut.

Sementara bagi wanita, belum ada calon sering terjadi karena mereka kerap pilih-pilih pasangan. Mereka menunggu hingga datang lelaki yang tepat dan layak baik dalam aspek ekonomi maupun spiritual.

Belum lagi masih banyak ditemukan di Aceh para ahkwat yang menunggu jodoh datang sendiri kerumah, Padahal menurut analisa penulis, bagaimana seseorang yang diharapkan melamar akan datang jika ia tidak mengetahui bahwa wanita tersebut menyukainya.

Jadi intinya, calon itu soal ikhtiar. Bagi penulis, tidak ada yang melarang lelaki atau bahkan wanita berusaha mencari jodoh yang terbaik menurutnya. Alasan yang menghalangi mereka hanya faktor adat dan gengsi yang mempersulit tercapainya pasangan ideal.

Baca Juga :  Sedih! PRT asal Indonesia diperkosa di Taiwan, Kejaksaan upayakan penahanan

Sejarah telah menjadi bukti, bagaimana seorang Siti Khadijah menepis gengsinya dengan melamar lelaki yang memiliki tanda kemuliaan, dialah Nabi Muhammad Saw.

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button