Home / Populer / PIA, DPR RI, dan Komnas Anak perangi kekerasan terhadap anak

PIA, DPR RI, dan Komnas Anak perangi kekerasan terhadap anak

foto: angga lispro/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) memprakarsai berdirinya Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR RI, dan Komisi Nasional Perlindungan Anak.

(KPPPA) sebagai lembaga deklarator Deklarasi Memutus Mata Rantai Kekerasan, Eksploitasi dan Persekusi terhadap Anak dan Perempuan di Indonesia didirikan pada 9 Juni 2017 di Tugu Proklamasi Jakarta.

Selai  itu, menyikapi dan memberi respon terhadap meningkatkannya kejahatan terhadap anak seperti anak berhadapan dengan hukum, penculikan dan perdagangan anak untuk tujuan eskploitasi ekonomi dan seksual komersial serta adopsi ilegal, juga kasus perundungan anak yang terjadi di pusat perbelanjaan Thamrin City dan di salah satu kampus di Depok, Jawa Barat beberapa minggu lalu, serta maraknya penanaman paham radikalisme, intoleransi, kebencian dan kekerasan dikalangan anak baik diruang kelas, ruang publik dan lingkungan sosial anak.

Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR-RI dan KKPPPA sebagai lembaga deklarator, Rabu 26 Juli 2017 di Ruang Pustakaloka Gedung Nusantara IV DPR-RI Jakarta merayakan Hari Anak Nasional, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) kerja sama advokasi memutus mata rantai kekerasan, eksploitasi dan persekusi terhadap anak di Indonesia.

Dalam kesempatan itu hadir ratusan anak dari berbagai panti asuhan dan anak-anak berkebutuhan khusus di Jakarta, hadir juga Ny. Djarot, isteri Gubernur DKI Jakarta, politisi PDI Perjuangan Eva Sundari sebagai narasumber, Ketua Umum Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, Wakil Ketua PIA DPR RI Grace Padli Zon, anggota DPR RI Tuti Rusdiono, Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak Dhanang Sasongko dan puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam PIA DPR RI.

Santi Ara Sirait selaku Ketua Panitia Hari Anak Nasional 2017 dan penandatanganan MoU PIA DPR RI dan Komnas Perlindungan Anak dan Kemen PPPA dalam sambutannya menyampaikan bahwa perlindungan anak harus dimulai dari keluarga.

Baca Juga :  Pendapat Sultan HB X terkait Penangkapan Bambang Widjojanto

“Dalam rangka Memutus Mata Rantai Kekerasan, Eksploitasi dan Persekusi terhadap anak, dan berbagai pelanggaran hak hak termasuk kejahatan seksual bergerombol yang terjadi akhir-akhir ini, keluarga harus menjadi benteng garda terdepan untuk menjaga dan melindungi anak, agar anak kita bisa tersenyum dan bergembira. Rumah harus menjadi rumah yang ramah dan bersahabat bagi anak,” demikian disampaikan Santi Ara Sirait dihadapan para peserta.

“Orangtua harus menjadi teladan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam keluarga,” desak Santi Ara Sirait mewakili fraksi PDI Perjuangan dengan penuh semangat.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button