Home / Sport / Sekjen PDIP sindir Prabowo soal ‘Presidential Threshold’

Sekjen PDIP sindir Prabowo soal ‘Presidential Threshold’

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (foto: tribunnews.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa menang dan kalah di politik merupakan hal biasa.

Menurutnya, hal yang tak kalah penting justru jiwa kesatria dan etika dalam berpolitik.

Hasto menyatakan hal itu guna menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut presidential threshold dalam UU Pemilu merupakan lelucon politik untuk menipu rakyat.

Memang, dalam pengambilan keputusan atas RUU Pemilu beberapa waktu lalu, Fraksi Partai Gerindra bersama Fraksi Partai Amanat Nasional, Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera melakukan aksi walkout untuk menolak presidential threshold.

Menurut Hasto, partainya sudah biasa dengan jiwa kesatria menerima hasil pengambilan keputusan politik di DPR yang dilakukan secara menang-menangan. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu merasakan hal tersebut ketika menghadapi Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR setelah Joko Widodo memenangi Pemilu Presiden 2014.

“Ketika Jokowi terpilih jadi presiden, ada yang tak puas lalu ketidakpuasan disalurkan dengan membuat perubahan UU MD3 (Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD, red). Ini fakta politik bagaimana politik tanpa etika dijalankan dengan nafsu kekuasaan semata,” ujar Hasto saat ditemui di sela-sela pergelaran wayang kulit dalam rangka peringatan Kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (28/7) malam.

Hasto menuturkan, saat itu PDIP sebagai pemenang Pemilu 2014 dipotong abis agar tak bisa menempatkan kadernya di kursi pimpinan DPR ataupun alat kelengkapan dewan (AKD). Caranya adalah dengan merevisi UU MD3 melalui voting yang dimenangi koalisi fraksi yang dominan di DPR.

Komposisi pimpinan DPR ataupun AKD pun tak mencerminkan suara rakyat di Pemilu 2014.

Baca Juga :  Kasus Victor Ngere Jalan di Tempat

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button