Home / News NTT / Wabup Naitboho: ‘Ground Breaking’ Bendungan Temef diambang mata…

Wabup Naitboho: ‘Ground Breaking’ Bendungan Temef diambang mata…

Wakil Bupati Timor Tengah Selatan Obeth Naitbaho di ruang kerjanya, Kota Soe, Jumat (28/7/2017) pukul 11.32 WITA. (foto: v.j.boekan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Selatan (TTS) mencoba menorehkan sejarah perubahan signifikan di tahun 2017 ini.

Tercatat pada tahun 2017 ini Pemkab TTS yang dipimpin Bupati Paulus VR Mella, dan Wakil Bupati (Wabup) Obed Naitboho sedang gencar mempersiapkan peletakan batu pertama (ground breaking) Bendungan Temef yang direncanakan pada tanggal 3 Desember bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekerjaan Umum (PU), atau tanggal 20 Desember bertepatan dengan HUT NTT ke-70.

Wabup Naitboho yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kota Soe, Jumat (28/7/2017) pukul 11.32 WITA menuturkan bahwa alokasi tanah untuk pembangunan Bendungan Temef sudah disiapkan oleh pihaknya, mulai dari ganti rugi pembebasan tanah, pemindahan pekuburan ke tempat lain, dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjumput kemajuan pembangunan tersebut.

“Kami siapkan masyarakat untuk lebih fokus mengelola area tanah miliknya di bidang pertanian dan peternakan, semisal menjadi petani dan peternak yang lebih baik sehingga bisa melipatgandakan produksinya,” kata sosok yang sedang menanti keputusan dari petinggi Partai NasDem untuk menyemarakan Pesta Demokrasi Pancasila (baca: pilkada) di bumi cendana, gaharu, asam, jeruk, mangan, batu kolbano, kebudayaan, dan kepariwisataan tersebut.

Ia juga tak menampik bahwa dengan dibangunnya Bendungan Temef sekaligus akan meminimalisir banjir yang terjadi di Kabupaten Malaka.

“Hulu air dari TTS, hilirnya di Kabupaten Malaka. Air memang mengalir deras dari TTS ke Malaka, melewati pinggiran Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sehingga meluputkan daerah otonom yang dipimpin oleh Bupati Ray Fernandes tersebut,” tambahnya.

Agar ground breaking bendungan ini bisa terlaksana sesuai impian, pihaknya terus bernegosiasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan Dinas PUPR NTT, dan dengan Balai Sungai Wilayah VIII Nusa Tenggara.

Baca Juga :  Demo di Kajati NTT, begini tuntutan Mahasiswa Alor

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button