Home / News NTT / 100 Hari Kerja FirmanMu selesaikan Polemik Eks Teluk Kupang dan Happy Puppy

100 Hari Kerja FirmanMu selesaikan Polemik Eks Teluk Kupang dan Happy Puppy

Begini posisi Gereja Kristen Koinonia dengan Karaoke Keluarga Happy Puppy, Rabu (2/3/2016). Foto: Ist.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Fraksi Gerindra DPRD Kota Kupang mencoba berpikir jauh soal permasalahan yang selama ini melingkar di Pemerintah Kota Kupang.

Menjelang pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Kupang terpilih Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man (FirmanMu, Red) pada 22 Agustus 2017 mendatang, Fraksi Gerindra meminta kepada kedua calon pemimpin tersebut, untuk menindaklanjuti penolakan warga Kota Kupang soal penyewaan lahan eks Restoran Teluk Kupang.

Tindaklanjuti yang dimaksudkannya adalah membatalkan perjanjian kontrak tersebut, agar lahan itu dibiarkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) untuk masyarakat.

“Kami minta agar Walikota dan Wakil Walikota Kupang yang baru agar dalam program 100 hari pertama dapat tuntaskan lahan Eks Restoran Teluk Kupang untuk dijadikan ruang publik. Selain itu ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam kurun waktu 100 har,i” kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Kupang Merry Salouw kepada moral-politik.com di Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat (18/8/2017).

Menurut Salow, permintaan yang disampaikan Fraksi Gerindra bukan untuk kepentingan Fraksi, tetapi untuk kepentingan masyarakat. Saat ini akses masyarakat menunju pantai, yang seharusnya menjadi RTH tidak ada lagi. Sepanjang pesisir pantai, sudah berdiri bangunan megah, Hotel, Restoran, sehingga di kawasan pantai hanya dipenuhi oleh bangunan, dan masyarakat tidak bisa lagi menikmati indahnya pantai.

Oleh karena itu, pemerintah yang baru bisa membuka ruang agar masyarakat mendapatkan akses menuju pantai.

“Kita jangan hanya mengejar PAD, tapi akses masyarakat untuk ruang terbuka. Lagipula berapa banyak PAD yang didapat dengan menyewakan lahan selama 30 tahun?” ujar Merry.

Selain masalah Eks Restoran Teluk Kupang, Merry juga meminta pemerintah yang baru untuk menuntaskan persoalan mengenai Pusat Karaoke Happy Puppy. Menurut Merry, keberadaan dari tempat karaoke tersebut sangat tidak relevan karena berhadapan langsung dengan Gereja GMIT Koinonia, sehingga harus ditutup.

Baca Juga :  Warga Kelurahan Naimata dilayani angkutan umum

“Kami Fraksi Gerindra meminta melalui 100 hari program Pemerintah Kota baru nantinya dapat menyelesaikan lahan tersebut menjadi ruang terbuka hijau,” ujar Salouw.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button