Home / News NTT / Andreas Koreh ungkap posisi Barnabas nDjoerumana (Alm) di Hong Kong

Andreas Koreh ungkap posisi Barnabas nDjoerumana (Alm) di Hong Kong

Barnabas nDjoerumana (kanan) bersama Andreas W. Koreh pada acara syukuran perolehan medali atlit Kempo di PON XIX Jawa Barat 2016 yang lalu. (foto: v.j.boekan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Berpulangnya Simpai (Guru) Barnabas nDjoerumana di atas pesawat Cathay Pasific saat terbang dari San Fransisco – Hong Kong pada pukul 04.00 waktu San Fransisco (4/8/2017, San Fransisco ) atau pukul 19.00 WITA (5/8/2017, Indonesia) mendapat konfirmasi dari pihak medis.

“Informasi dari Hong Kong, jenasah Alm. Bp. Barnabas nDjoerumana baru saja selesai di periksa oleh dokter forensik Hong Kong, dan dinyatakan meninggal karena sakit. Dengan demikian tidak lagi diperlukan autopsi, dan tidak perlu menjalani persidangan oleh hakim di sana,” tulis Ketua Harian Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) NTT Andreas W. Koreh yang dikirim melalui media sosial WhatsApp kepada moral-politik.com, Senin (7/8/2017) Pukul 13.40 WITA.

Dijelaskan Ketua Andreas, surat pernyataan dari otoritas di Hong Kong sudah dikeluarkan. Saat ini pengurusan admintrasi lanjutan yaitu surat exit permit sedang berlangsung. Surat ini dibutuhkan karena sebagai syarat untuk rencana kepulangan jenazah pada besok hari.

“Jenazah akan diterbangkan dari bandara Hong Kong besok sore (Selasa, 8/8/2017, Red) dengan Garuda. Semoga urusan selanjutnya dimudahkan,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini sedang menunggu surat exit permit dari Imigrasi Hong Kong. Sementara surat tersebut hanya bisa dikeluarkan kalau barang yang akan dikirim sudah di packing dengan baik. Namun petugas pembuat box saat ini sedang isirahat. Jadi masih menunggu lagi. Semoga petugas tersebut mau bekerja di luar jam kerja sehingga lebih cepat selesai atau bisa di packing semua hari ini, sehingga besok bisa keluar surat exit permit dari pihak Imigrasi. Dan kalau semuanya lancar maka menurut rencana besok jam 17.00 WITA bisa diterbangkan ke Indonesia dengan menggunakan Garuda.

Akhir dari penjelasan, Ketua Andreas memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses keberangkatan jenazah bisa berjalan lancar hingga tiba dengan selamat di Kota Kupang untuk pengurusan lebih lanjut.

Baca Juga :  Kejati NTT ambil alih, kasus dugaan korupsi DAK Dinas PPO TTU Rp 47,5 M mangkrak

“Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Salam,” katanya mengakhiri penjelasannya.

 

 

Editor : V.J.Boekan

 

 

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button