Home / News NTT / Aplonia Dethan: Metode pembelajaran Bahasa Inggris adalah ‘SWEET’

Aplonia Dethan: Metode pembelajaran Bahasa Inggris adalah ‘SWEET’

Aplonia Dethan. (foto: metronews.me)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Metode pembelajaran pasca dibentuknya MGMP Bahasa Inggris, para guru lebih menggunakan hati dalam metode pembelajaran tersebut.

“Kami sudah sepakat dan mengusung pola Sweet. Sweet merupakan kependekan dari Smart, Wise, Educational, dan Excelent Trainer. Dengan pola itu sangat diharapkan proses belajar mengajar berjalan dengan baik,” kata Ketua MGMP Bahasa Inggris Kota Kupang Aplonia Dethan dalam sambutan pada acara pengukuhan pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Tingkat SMP, MTS Kota Kupang periode 2017- 2021.

Dethan mengaku, dengan dibentuknya MGMP, maka untuk ulangan mid semester, akan menjadi pekerjaan MGMP.

“Jadi akan ada keseragaman dalam pembedahan SKL pembuatan perangkat pembelajaran, analisis, pembuatan soal ujian, dan terakhir analisis hasil belajar. Kami akan bekerja sungguh-sungguh untuk pendidikan di Kota Kupang, terutama yang menjadi bidang kami,” tegas Dethan.

Sebelumnya media ini mewartakan bahwa  Walikota Kupang Jefritson Riwu Kore (Jefri) mengukuhkan pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Tingkat SMP, MTS Kota Kupang periode 2017- 2021.

Pengukuhan itu berlangsung di Hotel Pelangi, Kota Kupang, Senin (27/8/2017) dihadiri pengurus MGMP yang diketuai oleh Aplonia Dethan.

Pengukuhan MGMP Guru Bahasa Inggris merupakan pengukuhan kali kelima, setelah sebelumnya dikukuhkan MGMP untuk mata pelajaran IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan PKN.

Walikota Jefri dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Filmon Lulupoi usai pengukuhan MGMP Guru Bahasa Inggris di Kota Kupang mengatakan, tujuan dibentuknya MGMP adalah memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar.

Baca Juga :  "Usut uang parkir di RSUD Prof. DR. W.Z. Johannes Kupang !"

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button