MORAL POLITIK : Membangun kepariwisataan Kabupaten Belu adalah mimpi besar dari Bupati Belu Willybrodus Lay (Lay).

Berbagai formula telah diterapkannya, seperti menyelenggarakan atraksi kebudayaan seminggu sekali yang ditugaskan kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tapi tak terlaksana sesuai dengan harapannya.

Dalam kegamangannya, Bupati Lay mencoba formula barunya yaitu membuat sebuah festival di Kabupaten yang dipimpnnya itu.

Festival ‘Fulan Fehan’

Ditemui di ruang kerjanya, Kantor Bupati Belu, Atambua, Rabu (23/8/2017) pukul 11.00 WITA, dirinya mengaku ingin membangun pariwisata dengan mimpi besar, yaitu melaksanakan Festival “Fulan Fehan” pada tanggal 28 Oktober 2017.

Panorama seksi di Fulan Fehan. (foto: phinemo.com)

Secara harafiah, Bupati Lay menjelaskan bahwa Fulan artinya Bulan, sedangkan Fehan berarti Padang. Jadi Fulan Fehan berarti Padang Bulan.

“Itu awalnya. Nanti kita akan geser ke akhir tahun 2017. Saya akan bikin pentas dengan menampilkan lima ribu sampai enam ribu penari dari TTU, Malaka, dan Belu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua REI hadiahi rumah kepada Andmesh Kamaleng