Home / Video / Bupati Willybrodus Lay dan pemanfaatan Bendungan Rotiklot

Bupati Willybrodus Lay dan pemanfaatan Bendungan Rotiklot

Bupati Belu Willybrodus Lay di ruang kerjanya, Atambua, Rabu (23/8/2017) pukul 11.00 WITA. (foto: v.j.boekan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Keterbukaan berdialog untuk mengkomunikasikan kebijakan pembangunan kepada masyarakat, merupakan ciri pemimpin cerdas, manusiawi, dan paham Hak Azasi Manusia (HAM).

Hal itu dilakukan oleh Bupati Belu Willybrodus Lay (Lay) kepada siapa saja yang ingin berdiskusi dan menginformasikan mimpi pemerintahan (Pemerintah dan DPRD) Kabupaten Belu kepada khalayak dunia.

Ketika Rabu (23/8/2017) sekitar pukul 11.00 WITA kami berkesempatan berbincang-bincang dengan dia, terkuak beronggok-onggok impian beraroma ambisi untuk mengejawantahkan amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Manakala dirinya di sodok dengan pertanyaan progress (kemajuan) pembangunan Bendungan Rotiklot, Bupati Lay menuturkan bahwa persoalan utama di bidang pertanian adalah air. Oleh sebab itu dengan kesadaran tinggi, kendati bendungan belum selesai dibangun, tapi dirinya telah mendorong masyarakat setempat untuk menanam bawang dengan menggunakan air yang ada di kali mati.

“Kita di Belu ada kali mati, saat hujan ada air, saat musim kemarau airnya kering. Tapi saya gunakan excavator untuk menggali air dan berhasil. Air-air itu yang dipompa untuk menyiram bawang merah, lokasinya di bagian bawah lokasi pengerjaan Bendungan Rotiklot,” kata dia.

“Jika Bendungan Rotiklot sudah selesai, mimpi saya adalah mendorong masyarakat untuk bertani sawah, menanam jagung, dan hasil-hasil pertanian lainnya,” ungkapnya.

Perihal progress jagung, Bupati Lay mengaku tahun ini hasilnya baik. Bahkan dirinya telah bercakap-cakap dengan Menteri Pertanian agar mengembangkan jagung pada tahun 2018 di lahan masyarakat seluas di atas 10 ribu hektare.

Progress sementara masyarakat mulai membajak tanah-tanah dimaksud untuk menyambut implementasinya di tahun 2018 nanti,” tegas dia.

Bagaimana fakta Bendungan Rotiklot, simak saja video yang dilansir youtube.com di bawah ini.

Baca Juga :  Gubernur Frans Lebu Raya inginkan Kota Kupang sebagai Kota Flamboyan…

 

Penulis: V.J.Boekan

 

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button