Home / News NTT / Cerita Bupati Willybrodus Lay, kepiting, anggur, sapi dan nyiur

Cerita Bupati Willybrodus Lay, kepiting, anggur, sapi dan nyiur

Bupati Belu Willybrodus Lay di ruang kerjanya, Atambua, Rabu (28/12/2016) sekitar pukul 11.00 WITA. (foto: v.j.boekan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Siang kemarin, Rabu (23/8/2017) sekitar pukul 11.00 WITA, saya merasa paling beruntung, setelah tiga kali pernah ingin bersua dengan Bupati Belu Willybrodus Lay tapi sedang tugas keluar daerah.

Kebahagiaan itu berawal ketika menyambangi kantor Bupati Belu, ada seorang staf Bupati yang menegur saya. Dia sedang duduk dengan tiga sahabatnya, dua pria dan satu wanita.

Kata dia, Pak mau bertemu Pak Bupati?

Saya katakan benar, nanti kita masuk sama-sama saja, saya paling butuh waktu sekitar lima menit, silahkan kalian mengutarakan niat, setelah itu baru saya.

Kepada petugas protokol mereka mendaftar dan menyampaikan niat. Sekitar sepuluh menit kami dipersilahkan masuk.

Bupati Lay cukup heran setelah saya perkenalkan diri, tapi sejurus kemudian ia memersilahkan duduk.

Kepada Bupati Lay saya persilahkan untuk mendengar penjelasan dari keempat teman tersebut, kesempatan itu saya gunakan untuk memotret sekaligus menguping; tentu tak etis jika saya tuangkan di artikel ini.

Usai sekitar 15 menit, keempat orang itu pamit, tentu ini kesempatan elok untuk bicara apa adanya, setelah sekitar dua tahun lalu pernah menelpon tapi putus seiring dengan perjalanan detik-detik waktu.

Tema percakapan saat itu ada enam. Berawal dari tapal batas Motaain dengan negara Timor Leste dalam kaitan dengan Ideologi, Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya (IPOLEKSOSBUD).

Bagi saya tema percakapan yang saya sodorkan bakal dilumat mentah-mentah oleh Bupati Lay, karena selain dirinya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Belu, juga sebagai pengusaha paling sukses di negeri Likurai tersebut.

Baca Juga :  Pemuda Katolik Sikka silaturahmi ke Sekretaris BANSER

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button