Home / News NTT / Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72, momentum terakhir Gubernur Frans

Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72, momentum terakhir Gubernur Frans

Gubernur NTT Frans Lebu Raya. (foto: semard dju/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Upacara dan serangkaian acara untuk memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 kali ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Selain waktu prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih lebih lama sekitar enam menit, ada atraksi dari tiga pesawat tempur TNI AU, ada drama kolosal tentang perjuangan Pahlawan Sonbay melawan Belanda, Tarian Tebe, atraksi dari atlit-atlit Kempo yang bertarung di San Mateu Amerika Serikat, juga parade tenun ikat dari sejumlah masyarakat dari belasan kelurahan yang ada di Kota Kupang.

Tak kalah penting juga, dihadiri oleh tiga orang calon investor plus ahli yang akan membangun Jembatan Pancasila Palmerah dilengkapi dengan Turbin Listrik Energi Baru Terbarukan berkekuatan sekitar 300 MW di Kabupaten Flores Timur, yaitu CEO Tidal Bridge BU Eric Van den Eijndein, CEO Tidal Bridge BU Andre HooGeeveen, Managing Director Tidal Bridge Indonesia dan Tim IAI NTT Latif Gau.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya (Gubernur Frans) sendiri telah menyiapkan pidatonya sepanjang 23 halaman.

Mengawali sambutan, ia mengatakan bahwa peringatan Proklamasi Kemerdekaan Tahun 2017 mengambil tema : “Indonesia Kerja Bersama”. Tema ini menegaskan dan menyemangati kita untuk kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas sebagaimana sering saya suarakan di mana-mana untuk memotivasi semua kita. Kerja, kerja, kerja.

Ia juga mengatakan, dirinya menyadari benar bahwa spirit di balik tema ini, bahwasannya keluarga, lingkungan, daerah bahkan Indonesia Raya yang luas ini, tidak dapat dibangun sendiri-sendiri. Nusantara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, Sangir Talaud sampai Rote Ndao, tidak bisa dibangun masing-masing kita secara parokial. Kerja bersama dibutuhkan untuk menyamakan visi dan misi, komitmen dan kesamaan gerak membangun Indonesia Raya. Kita membutuhkan kerja bersama dalam menjaga komitmen kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Baca Juga :  Sidang Kasus Proyek BSPS Kota Kupang, Ada Fakta Baru

Gubernur Frans juga menegaskan kesadarannya soal amanat rakyat kepadanya bersama Pak Benny Litelnoni hampir berakhir. Lepas dari itu, ia menyatakan kebanggaannya akan kesadaran, harkat dan martabat rakyat NTT mulai terusik untuk keluar dari zona nyaman kemiskinan.

Pencarian Terkait:

  • detik detik proklamasi ke 72

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button