Home / Opini / Jika Anak Tetap Bahagia dan Jadi Juara…

Jika Anak Tetap Bahagia dan Jadi Juara…

Ratusan anak ikut serta dalam ajang lari MILO Jakarta International 10 K untuk kategori Family Run yang digelar di Rasuna Said pada 23 Juli 2017(Dok. Milo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Anak-anak yang bahagia akan tumbuh menjadi generasi penerus yang sukses dan menjadi juara. Hasil itu sudah dituai lebih dulu oleh Denmark.

Predikatnya sebagai negara paling bahagia pada 2016 dan runner up pada 2017, menguak resep bahwa masa kecil warga Denmark-lah yang membuatnya demikian.

Masa kecil orang-orang di Denmark diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Buku The Danish Way of Parenting (2016) yang ditulis oleh Jessica Joelle Alexander dan Iben Sandahl menyebutkan bahwa alasan utama terciptanya kebahagiaan bagi anak-anak Denmark adalah bermain sambil melibatkan aktivitas fisik.

Hal tersebut kemudian berujung dengan kesuksesan warga negaranya dalam berbagai bidang, seperti pekerjaan, kehidupan sosial, juga prestasi di dunia internasional.

Yang terbaru Denmark sukses meraih dua gelar juara di ganda putera dan puteri pada turnamen Singapore Open Super Series pada 16 April 2017 lalu.

“Orangtua (diharapkan) tidak membuat kehidupan anak menjadi sulit. Intinya, anak-anak diwajibkan lebih banyak bermain ketimbang belajar,” kata Alexander seperti dikutip dari National Geographic (16/10/2016).

Di sisi lain, Indonesia punya fakta yang jauh berbeda. Pada 2016, Indonesia berada di posisi 79 dari 156 negara di dalam Laporan Kebahagiaan Dunia 2016 yang dibuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bahkan, posisinya turun menjadi 81 pada tahun ini.

Aktivitas fisik sama dengan bermain

Kebiasaan bermain anak-anak Denmark bisa ditiru oleh anak-anak Indonesia. Orangtua Denmark umumnya mengajak anak bermain ke taman atau sekadar di halaman rumah pada akhir pekan.

Baca Juga :  Kasus Jembatan Liliba: Murni Bunuh Diri

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button