Home / Gaya Hidup / Kekhawatiran Menteri Agama terhadap tingginya angka perceraian

Kekhawatiran Menteri Agama terhadap tingginya angka perceraian

Pernikahan ketiga Muzdalifah beberapa waktu lalu. (Photo : VIVA.co.id/Danar Dono)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ingin agar masyarakat yang hendak meresmikan pernikahan mereka harus mendapatkan pendidikan singkat dan sertifikat pra nikah.

Hal tersebut dimaksudkan demi mencegah makin banyaknya perceraian, yang membuat Lukman was-was.

“Idealnya, mereka yang mau menikah sudah mempunyai sertifikat atau bukti bahwa dia sudah pernah mengikuti pendidikan pra nikah,” kata Lukman di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat 11 Agustus 2017.

Menurut Lukman, kursus bagi calon pengantin diberikan untuk memberikan pemahaman mengenai keluarga, membangun rumah tangga, tanggung jawab hak suami dan istri dan hingga tanggung jawab terhadap anak.

“Oleh karena itu perlu ada kegiatan terprogram, terencana, bagi mereka yang akan memasuki fase pendidikan, meskipun sangat singkat diberikan,” kata Menag.

Dia melanjutkan, pendidikan pra nikah perlu dilakukan oleh Kementerian Agama dalam hal ini Kantor Urusan Agama (KUA), mengingat masih cukup banyak jumlah perceraian pula tindak kekerasan dalam rumah tangga.

Meski demikian, Lukman tak merinci angka kenaikan perceraian dalam catatan Kementerian Agama.

Baca Juga :  'Signal-signal' Anda sedang disukai wanita

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button