Home / Populer / Kementerian PU-PR cetak rekor MURI, berikan sertifikat 3.255 pekerja konstruksi

Kementerian PU-PR cetak rekor MURI, berikan sertifikat 3.255 pekerja konstruksi

Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono. ©2016 Merdeka.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) terkait pemberian sertifikasi tenaga kerja kontruksi terbanyak secara serentak dalam satu kali pelaksanaan.

Sertifikat tersebut diberikan kepada 3.255 pekerja konstruksi.

Menteri Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya manfaat sertifikasi bagi para pekerja. Salah satu manfaat sertifikasi bagi pekerja adalah adanya peningkatan upah bagi pekerja bersertifikat.

“Saya dapat laporan awal kalau gaji yang tidak bersertifikat itu, gajinya 70 persen sampai 80 persen dari yang bersertifikat. Yang bersertifikat (gajinya) 100 persen. Jadi kalau ini semua sudah bersertifikat saya pikir perlu ditingkatkan,” ungkapnya di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/8).

Menteri Basuki menambahkan, pihaknya tengah menyusun Peraturan Menteri yang mengatur adanya perbedaan upah antara pekerja yang telah bersertifikat dan pekerja belum bersertifikat. “Mulai 2018, yang bersertifikasi mendapatkan (upah) jauh lebih tinggi daripada yang tidak bersertifikasi,” tambahnya.

Dia pun mengakui saat ini Indonesia masih kekurangan tenaga kerja yang bersertifikat. Oleh karena itu, pihaknya akan terus berusaha agar makin banyak jumlah pekerja yang bersertifikat.

“Saya percaya saudara-saudara sudah berpengalaman, tapi dengan sertifikasi bapak ibu dijamin kualitasnya,” ujarnya.

Diketahui, sertifikat diberikan kepada 3.255 pekerja konstruksi yang terdiri 3.047 peserta sertifikasi tenaga kerja terampil (STKT) meliputi tukang, mandor, surveyor, operator, dan lainnya.

Kemudian 208 orang peserta bimbingan teknis keahlian meliputi bimbingan teknis sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3), manajemen konstruksi (MK), dan administrasi kontrak (AK).

 

Penulis  : Wilfridus Setu Embu
Editor    : Erny
Sumber : Merdeka.com
Baca Juga :  KPK terus mendalami Kasus Bansos Bandung

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button