Home / News NTT / Ketika Forum Suara Masyarakat Kota Kupang desak DPRD gelar RDP

Ketika Forum Suara Masyarakat Kota Kupang desak DPRD gelar RDP

ilustrasi. (foto: lintasntt.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK: Masalah penyewaan lahan eks Restoran Teluk Kupang yang diberikan oleh Pemerintah Kota Kupang kepada pihak ketiga dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda).

Perda dimaksud bernomor 9 Tahun 2012 tentang Perubahan Perda Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Kupang Tahun 2011-2031.

Adalah Forum Masyarakat Kota Kupang yang menuntut DPRD Kota Kupang segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pemerintah Kota Kupang, pihak PT. Suba Suka Go selaku penyewa lahan tersebut, DPRD Kota Kupang, bersama masyarakat Kota Kupang.

Ketua Forum Masyarakat Kota Kupang Adi Dalton Ndolu, saat bertatap muka dengan Ketua DPRD Kota Kupang. Yeskiel Loudoe di ruang kerjanya, Kamis (3/8/2017) mengatakan, kedatangan Forum ini dengan maksud menyampaikan pernyataan sikap penolakan atas peralihan pemanfaatan lahan eks Teluk Kupang yang dilakukan oleh pemerintah saat ini kepada pengusaha guna dibangun hotel bintang, sudah mengangkangi hak masyarakat Kota Kupang untuk dapat mengakses ruang-ruang rekreasi.

Pada kesempatan tersebut hadir Wakil Ketua Forum Anselumus Djogo bersama belasan orang anggota Forum.

Oleh karena, lanjut Ndolu, dengan melihat kondisi yang terjadi saat ini yang lagi ramai diberitakan oleh media massa baik cetak, elektronik maupun online, maka masyarakat yang tergabung dalam Forum ini menutut agar kembalikan lahan eks Teluk Kupang sebagai ruang publik bagi masyarakat Kota Kupang, dan selanjutnya batalkan semua perjanjian sewa menyewa menyangkut lahan eks Teluk Kupang yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang dengan pengusaha.

Selain itu, tambah Ndolu, Forum ini juga menuntut DPRD Kota Kupang untuk meninjau kembali bentuk perjanjian lahan eks Teluk Kupang yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang dengan pengusaha, serta menolak semua bentuk kebijakan yang merugikan masyarakat Kota Kupang dalam hal mengakses ruang terbuka bagi publik.

Baca Juga :  Heboh! Baliho Paket Sahabat dipampang di atas peti jenazah

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button