Home / Sejarah / Kisah Partai Syariah 212, layu sebelum berkembang

Kisah Partai Syariah 212, layu sebelum berkembang

Deklarasi Partai 212. ©youtube.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Gedung Joang 45 di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi saksi lahirnya partai baru.

Namanya Partai Syariah 212. Identitas itu dipilih lantaran banyak diisi para anggota jebolan aksi Desember tahun lalu.

Tepat tanggal 17 Juli 2017, partai terbentuk. Tujuh orang menjadi deklarator adalah Siti Asmah Ratu Agung, Ma’ruf Halimuddin, Agung Suyono, Sidiq Waluyo, Ruli Munandzir, Andi Darmawati dan Hafidz. Mereka berharap partai ini bisa menjadi wadah baru bagi umat muslim.

Belum juga berkembang konflik antar-deklarator terjadi. Ketegangan muncul antara kubu Ma’ruf dan Bunda Ratu. Ma’ruf mengumumkan pengunduran diri. Dia meminta maaf telah ikut mendorong terbentuknya partai. Perpecahan diduga karena rebutan jabatan pimpinan.

Menjabat Ketua Pelaksana Deklarasi Partai Syariah 212, Ma’ruf keluar hanya lima hari usai deklarasi partai. Tak lupa, dia juga meminta maaf kepada para peserta aksi 212 dan ulama. Dia merasa tak lagi sejalan dengan Bunda Ratu selaku penggagas lahirnya Partai Syariah 212.

Ketua Aktivis 212 Indonesia itu merasa lahirnya Partai Syariah 212 bakal menimbulkan perpecahan umat muslim. Terutama bagi mereka yang pernah ikut aksi 212. Selain itu, banyak keanehan awal terbentuknya partai ini.

Kegelisahan itu dimulai sejak dua hari sebelum deklarasi. Ma’ruf merasa janggal dengan sikap Bunda Ratu. Sosok itu merasa yakin dengan pelbagai langkahnya. Keganjilan bermula saat dirinya ingin membuat surat undangan kepada para tokoh ulama, habib, ormas dan tokoh 212 sebelum menggelar deklarasi partai.

Ma’ruf menilai mengundang para tokoh sangat perlu untuk meminta restu. Langkah ini dianggap wajib. Sebab, setiap aksi maupun gerakan berlandaskan aksi 212, biasa meminta restu dari para ulama.

Bunda Ratu tidak melakukan itu. Justru mengklaim telah mendapat dukungan. Kondisi ini membuat Ma’ruf heran. Akhirnya hari dinanti tiba. Deklarasi dilakukan. Tanpa dihadiri para ulama.

Baca Juga :  Liciknya Agen CIA dan NAZI Pada Perang Dunia

< 1 2 3 4 5 6>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button