Home / Populer / Komandan PPM membongkar dugaan korupsi Alutsista TNI

Komandan PPM membongkar dugaan korupsi Alutsista TNI

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Komandan Pusat Polisi Militer (PPM) TNI Mayor Jenderal Dodik Wijanarko masih terus menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Persenjataan yang dimaksudkan adalah helikopter AugustaWestland 101 (AW101) di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Puspom TNI akan mencari inisiator utama dari terjadinya tindak pidana korupsi dalam kasus ini.”Kami akan terus melakukan proses ini dan perkembangan akan terus kami sampaikan,” ungkapnya saat ditemui awak media di Denpasar pada akhir pekan ini, Jumat 4 Agustus 2017.

Pada Jumat 4 Agustus 2017 kemarin, Puspom TNI telah menetapkan satu tersangka baru, yaitu Marsekal Muda SB yang pernah menjabat sebagai Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI Angkatan Udara.

Menurut Dodik, SB adalah bagian dari inisiator terlaksananya pengadaan enam unit helikopter yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp 224 miliar. “Ini belum inisiatornya,” ujarnya.

Dodik menyatakan penyidiknya sudah mulai melihat ‘bayang-bayang’ dari inisiator utama dari kasus ini. Namun, Dodik mengatakan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk menyidiknya. “Hukum kan butuh saksi dan keterangan yang lain, sehingga kita tetap menempatkan tersangka lainnya secara sah,” ujarnya.

Untuk itu, Dodik mengatakan Puspom TNI menjalin kerjasama dengan sejumlah lembaga lain.

Di antaranya dengan Badan Pemeriksa Keuangan untuk menghitung kerugian negara, dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk memeriksa aliran dana serta dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Hingga saat ini, Puspom TNI telah menetapkan lima tersangka termasuk Marsma SB. Empat orang lainnya adalah Kolonel FTS selaku Kepala Unit Layanan Pengadaan TNI AU, Marsekal Muda FA selaku pejabat pembuat komitmen, Letnan Kolonel WW selaku pemegang kas dan Pembantu Letnan Dua SS yang bertugas membantu pengiriman uang.

Baca Juga :  Kisah Penandatanganan "Head of Agreement" Pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah di Belanda

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button