Home / Gaya Hidup / Kuikhlaskan merawat dan menyayangi bayinya istri muda suamiku

Kuikhlaskan merawat dan menyayangi bayinya istri muda suamiku

Ilustrasi Perawat menggendong bayi. (Foto: Google)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Musibah yang menimpa keluargaku membuat aku terpaksa menjadi TKI walaupun suamiku mengijinkan dengan berat hati.

Sebagai anak pertama aku harus menolong orang tua yang terhimpit masalah yang menderanya. Jika tidak berbuat maka orang tuaku harus meninggalkan rumah yang sudah ditempati sejak aku masih kecil.

Suamiku mengijinkan dengan syarat aku bekerja cuma dua tahun atau setelah selesai kontrak harus pulang. Aku menyanggupi syarat itu karena menurut perhitunganku selama dua tahun itu aku sudah bisa membebaskan orang tuaku dari masalah yang menderanya.

Selama bekerja di Saudi aku tak pernah mengirim uang kepada suamiku karena kalau sekedar untuk makan dan kebutuhan sehari-sehari ada. Kebetulan suamiku bekerja sebagai tukang bangunan yang sering diajak kerja di proyek atau di perumahan. Kepergianku menjadi TKW semata-mata ingin menolong orang tua, karena untuk membantu tunai langsung tidak bisa.

Manusia berusaha Tuhan yang menentukan

Sebelum kontrak berakhir aku sudah bilang kepada majikan bahwa aku mau pulang tapi ada saja alasan dari majikan yang membuat kepulanganku terhambat. Saat itu majikan beralasan ingin mencari penggantiku dulu, tapi nyatanya tidak ada karena pengiriman TKW sudah ditutup.

Aku bertanya lagi kepada majikan, majikan meminta aku bersabar dulu sampai istrinya melahirkan dengan imbalan memberiku hadiah, menambah gaji, memberikan uang tiket dan biaya ibadah haji.

Berkali-kali suamiku telpon menanyakan mengapa sudah selesai kontrak dan himpitan masalah orang tuaku sudah terselesaikan aku tidak pulang. Aku mencoba menjelaskan masalah dengan sebenarnya bukan mencari-cari alasan pembenaran. Akupun sebetulnya sudah ingin pulang aku sudah rindu anak dan suami juga.

Menjelang tahun ketiga ternyata aku belum bisa pulang juga karena aku belum ada gantinya. Suatu hari aku dapat SMS dari suamiku :

Baca Juga :  Agus ke konser Prilly, "bukan menghasut pemilih pemula"

“Nyai, sungguh kutahu bahwa engkau istri yang setia dan berakhlak mulia. Selama sekian tahun kita membina rumah tangga tidak nampak di mataku engkau ada cacat dan cela. Hanya karena ingin menolong orang tua terpaksa Nyai tinggalkan Akang”.

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button