Home / News NTT / Mempertanggungjawabkan Anggaran Pilkada Kota Kupang, ada tersisa?

Mempertanggungjawabkan Anggaran Pilkada Kota Kupang, ada tersisa?

foto: lintasntt.com.

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Total anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kupang 2017 yang dialokasikan Pemerintah Kota (Pemkot) yang tercantum dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp. 23.414.236.250.

Namun dana yang terpakai dalam pilwalkot hanya sebesar Rp 16,8 miliar.

“Berdasarkan perhitungan KPU Kota Kupang, alokasi anggaran tahap I dari Pemkot Kupang sebesar Rp. 20 miliar. Sedangkan sisanya Rp. 3,4 miliar yang dialokasikan untuk tahap II tidak terpakai,” kata Ketua KPU Kota Kupang, Marianus Minggo kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Rabu (16/8/2017) siang.

Menurut Minggo, dari anggaran tahap I sebesar Rp. 20 miliar tersebut, total yang terpakai selama tahapan Pikada sebesar Rp. 16, 8 miliar. Sisanya Rp. 3, 1 miliar lebih dikembalikan ke kas daerah. Jumlah ini ditambah dengan alokasi tahap II sebesar Rp. 3,4 miliar, sehingga total keseluruhan anggaran yang dihemat KPU Kota Kupang sebesar Rp. 6,5 miliar.

“Dengan demikian ada penghematan anggaran sebesar Rp. 6,5 miliar, karena pasangan calon hanya dua pasangan calon (Paslon)yang lolos di perhelatan Pilkada,” katanya.

Dengan hanya dua Paslon, tambahnya, maka pengadaan alat peraga kampanye maupun logistik lainnya menjadi berkurang. Padahal, awalnya KPU memprediksi jumlah Paslon dari jalur Parpol sebanyak empat Paslon, sedangkan dari jalur perseorangan bias mencapai empat Paslon.

Selain penghematan dalam pengadaan alat peraga dan logistik, kata Marianus, penghematan juga terjadi karena tidak ada Perselisihan Hasil Pemilu (PHP) di Mahkamah Konstitusi pasca perhitungan suara.

“Karena setelah pemilihan yang kalah menyatakan menerima, sehingga tidak ada sengketa,” ujarnya.

Baca Juga :  Besok Terdakwa Kasus Narkoba, Antonio Soares Divonis Majelis Hakim

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button