Home / News NTT / Ombudsman Perwakilan NTT: Ada aroma korupsi di bidang pendidikan

Ombudsman Perwakilan NTT: Ada aroma korupsi di bidang pendidikan

foto: nyongki/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Ditengarai pelayanan publik di Kota Kupang beraroma korupsi, karena ada pemotongan uang bantuan pendidikan kepada penerima Program Indonesia Pintar (PIP).

“Hal tersebut diketahui berdasarkan laporan atau pengaduan masyarakat mengenai pelayanan publik kepada pihak Ombudsman,” kata Asisten Ombudsman Perwakilan NTT Ola Mangu Kanisius dalam Media Gathering yang diselenggarakan di Swiss-Belinn Kristal Kupang, Jumat (18/8/2017).

Menurutnya, berdasarkan pengaduan dari masyarakat soal pemotongan dana PIP dari penerima, pihaknya sempat melakukan penelusuran, dan sekolah yang memotong dana PIP dari para siswa, rata-rata tidak memahami Juknis PIP, sehingga mereka memotong dana tersebut dari para siswa.

Ia mengaku, terhadap laporan tersebut, pihaknya sudah menyampaikan kepada sekolah bahwa sesuai Juknis tidak ada pemotongan dalam bentuk apapun, dan sekolah dilarang melakukan pemotongan dana tersebut dengan dalih apapun.

Selain itu, tambahnya, terhadap temuan itu, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Kota Kupang untuk ditindaklanjuti.

Ia mengaku, daya awas Ombudsman terhadap penyelenggaraan pelayanan publik di lingkup Pemda diperkuat, dan rekomendasi yang dikeluarkan Ombudsman wajib dilaksanakan oleh kepala daerah.

“Bagi yang tidak melaksanakan dikenakan sanksi berupa pembinaan khusus oleh kementerian dan tugas kewenangan dijalankan oleh wakil kepala daerah. Itu norma imperatif dalam pasal 351 UU 23/2014, tinggal menunggu PP pelaksanaannya,” jelas Kanisius.

Baca Juga :  Ombudsman Perwakilan NTT tegaskan soal kewajiban Kepala Daerah

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button