Home / Opini / Opini: Patung dan Nasionalisme yang tergadaikan

Opini: Patung dan Nasionalisme yang tergadaikan

foto: politik.rmol.co

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK: Siapakah sebenarnya yang paling diuntungkan terhadap kekuasaan Jokowi ini? Apakah keluarga Jokowi? Kelihatannya bukan.

Lalu apakah PDIP juga diuntungkan dengan kekuasaan Jokowi? Kelihatannya juga tidak. PDIP sebagai pemenang Pemilu saja gagal kok jadi Ketua MPR dan DPR. Apakah Umat Islam dan Pribumi diuntungkan dengan kekuasaan Jokowi ini? Kelihatannya juga tidak. Lalu siapa dong yang diuntungkan dengan kekuasaan Jokowi ini?

Kwan Sing Tee Koen, Patung Jenderal Perang Tertinggi Di Asia Tenggara Raih MURI
Secara politik Umat Islam dibenturkan dengan kekuasaan Jokowi, akibatnya politik gaduh dan gaduh, dan ketika politik sedang gaduh, lalu sekonyong konyong muncul Meikarta dan patung Jenderal perang China di Tuban, ini siapa yang design?

Patung-patung China seperti Patung Jendral China yang dibangun di Tuban serta patung Phon Antui di Taman Mini ini apa hubungannya dengan Bangsa Indonesia ? Dan apa hubungannya dengan kedaulatan rakyat Indonesia? Patung-patung China ini menjelaskan apa tentang Indonesia? Dan Apa tujuan keberadaan patung-patung ini?

Terus terang, saya merasa nasionalisme saya terusik, jiwa saya berontak. Dimana pun di negara mana pun yang memiliki harga diri sebagai bangsa tidak akan pernah mengizinkan mendirikan patung pahlawan negara Asing didirikan di negaranya.

Mengapa Jokowi tidak memerintahkan keamanan untuk merobohkan patung raksasa China yang di Tuban itu? Bukan kah ini menunjukan intervensi nasionalisme China ke dalam wilayah kedaulatan Bangsa Indonesia?

Patung-patung ini jangan dikira tidak memiliki arti politik, ekonomi, nasionalisme dan kedaulatan. Patung-patung ini bisa saja sebagai simbol bahwa secara politik sebagai penaklukan wilayah kedaulatan Indonesia, bisa saja bahwa sang Jendral perang China yang patungnya di Tuban itu dulu mungkin bercita-cita ingin menaklukan dan menguasai Indonesia secara politik tapi gagal. Patung Jendral perang China di Tuban itu sebagai kebangkitan Nasionalisme China perantauan dan China daratan untuk menjadikan Indonesia sebagai daerah koloni baru mereka, ini mungkin saja kalau di lihat dari spectrum ekonomi dan investasi.

Baca Juga :  Opini: Rumah Kita Sendiri

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button