Home / Sains / Penelitian terbaru: Pekerjaan bisa picu perceraian

Penelitian terbaru: Pekerjaan bisa picu perceraian

Bertengkar dengan pasangan menandakan adanya kenyamanan untuk mengungkapkan pendapat di hadapan satu sama lain. (Foto: clark.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Perceraian tak hanya dipicu oleh perselingkuhan atau perbedaan prinsip, tapi juga pekerjaan.

Sebuah penelitian terbaru menemukan, pekerjaan dapat mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Yang tadinya baik-baik saja berubah jadi petaka.

Melansir boldsky, berikut adalah alasan mengapa pekerjaan bisa memicu masalah dalam rumah tangga.

Membawa pulang pekerjaan

Dikejar deadline membuat kita sering kali membawa pekerjaan pulang ke rumah. Tak akan masalah jika anda menyelesaikannya saat anak dan pasangan telah tertidur. Namun jika anda menyelesaikannya saat keluarga sedang berkumpul ini akan menjadi petaka di rumah. Anda akan dianggap sebagai orang yang tak peduli dengan keluarga.

Stres akibat pekerjaan

Stres akibat pekerjaan bisa menjadi pemicu perselisihan rumah tangga. Kondisi ini akan terjadi ketika keduanya tak saling mendukung satu sama lain.

Persaingan jabatan

Bersaing dengan teman di kantor boleh saja, namun dengan pasangan ini bukanlah hal yang baik. Yakinlah bahwa kalian bekerja untuk memenuhi kehidupan satu sama lain bukan untuk menunjukan kehebatan.

“Jika Anda ingin hidup bahagia dan harmonis bersama pasangan Anda, berhentilah bersaing dan berdebat agar situasi tak semakin memburuk,” pesan para pakar dari University of Florida, Amerika Serikat.

Baca Juga :  Kaget dengar Presiden panggil Hakim MK, Mahfud: Presiden tak boleh panggil MK, haram hukumnya

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button