MORAL POLITIK : Perceraian tak hanya dipicu oleh perselingkuhan atau perbedaan prinsip, tapi juga pekerjaan.

Sebuah penelitian terbaru menemukan, pekerjaan dapat mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Yang tadinya baik-baik saja berubah jadi petaka.

Melansir boldsky, berikut adalah alasan mengapa pekerjaan bisa memicu masalah dalam rumah tangga.

Membawa pulang pekerjaan

Dikejar deadline membuat kita sering kali membawa pekerjaan pulang ke rumah. Tak akan masalah jika anda menyelesaikannya saat anak dan pasangan telah tertidur. Namun jika anda menyelesaikannya saat keluarga sedang berkumpul ini akan menjadi petaka di rumah. Anda akan dianggap sebagai orang yang tak peduli dengan keluarga.

Stres akibat pekerjaan

Stres akibat pekerjaan bisa menjadi pemicu perselisihan rumah tangga. Kondisi ini akan terjadi ketika keduanya tak saling mendukung satu sama lain.

Persaingan jabatan

Bersaing dengan teman di kantor boleh saja, namun dengan pasangan ini bukanlah hal yang baik. Yakinlah bahwa kalian bekerja untuk memenuhi kehidupan satu sama lain bukan untuk menunjukan kehebatan.

“Jika Anda ingin hidup bahagia dan harmonis bersama pasangan Anda, berhentilah bersaing dan berdebat agar situasi tak semakin memburuk,” pesan para pakar dari University of Florida, Amerika Serikat.

Baca Juga :  Hoax soal informasi viral "Sistem Big Data Cyber Security dan Cybercrime Police"