Home / Olahraga / Persami kalah total, DPRD Sikka soroti dana dan manager

Persami kalah total, DPRD Sikka soroti dana dan manager

foto: angga lispro/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Tersingkirnya tim sepak bola Persami di babak penyisihan dalam kejuaraan piala ETMC 2017 di Kabupaten Ende mendapat sorotan dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Sikka.

Ketika dilangsungkan Rapat Paripurna Penutupan Paripurna V Masa Sidang III Tentang LKPD Kabupaten Sikka Tahun 2016, Selasa (8/8/2017) di Kantor DPRD Sikka, Ketua Fraksi Demokrat Kabupaten Sikka Agustinus R. Heni Doing yang dibacakan oleh Pangkrasius Nong Tonce mengatakan, tim kebanggaan sepak bola Persami sebagai tim dengan status juara bertahan harus angkat koper terlebih dahulu dengan tidak memiliki poin, karena dari tiga laga yang dilakoni, Persami tidak pernah menang.

Lanjutnya, dari data yang ada, dana yang dialokasikan sebesar Rp. 500 juta dan sudah realisasi Rp. 400 juta.

Memang ini dana yang tidak sedikit, katanya, pemain Persami yang dibawa oleh manajer ke Ende ada 24 orang yang terdiri dari pemain lokal ada 18 orang dan pemain yang didatangkan dari Jawa ada 6 orang. Honor untuk masing-masing pemain juga berbeda untuk pemain lokal masing-masing diberi Rp. 1 juta. Dengan perincian sebelum berangkat ke Ende dipanjar Rp. 500 ribu dan ketika Persami vs Alor sebesar Rp. 500 ribu lagi.

Sehingga, tambahnya, total untuk pemain lokal Rp. 18 juta. Sedangkan untuk pemain yang didatangkan dari Jawa adalah honor sebesar Rp. 5 juta perorang, sehingga total 6 pemain dari Jawa Rp. 30 juta belum terhitung transportasi dan akomodasi untuk pemain dan tim.

“Dengan persoalan pembayaran uang kepada pemain yang memperkuat Persami Maumere ada perbedaan ini, perlu kiranya untuk ditelusuri lebih jauh oleh DPRD melalui Pansus DPRD,” tegasnya.

Fraksi Demokrat Sikka menambahkan, sebelum berangkat ke Ende ada pergantian manager yang sebelumnya sudah ada yang menempati sesuai dengan SK dari ASKAB Sikka, namun SK itu dirubah sehingga yang menjadi manager Persami adalah juga ketua ASKAB Sikka. Hal ini menjadi luar biasa karena baru pertama kali terjadi di dunia sepak bola yaitu Ketua ASKAB merangkap manager tim.

Baca Juga :  Esthon Foenay: Jangan hanya pentingkan nama daerah, lupa kualitas atlet !

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button