Home / Sastra / Sastra: Ranjang Pengantin

Sastra: Ranjang Pengantin

ilustrasi. (kompasiana.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL-POLITIK.COM: Tuan Gary seharian itu sibuk berkeliling kota. Keluar masuk dari toko mebel satu ke toko mebel lainnya.

Tapi hingga matahari condong ke barat, ia belum juga menemukan apa yang dicari.

Tuan Gary nyaris memutuskan pulang ketika mata tua-nya menangkap sebuah toko kecil bertuliskan “Jual Beli Barang Bekas” di ujung jalan. Toko itu letaknya agak tersembunyi. Barang-barang yang dipajang pun hanya sedikit.

Tuan Gary memutuskan mampir sejenak ke toko itu. Siapa tahu barang yang dicarinya ada di sana.

“Anda membutuhkan sesuatu, Tuan?” pemilik toko berkaca mata menyambutnya ramah. Tuan Gary mengangguk.

“Aku mencari sebuah ranjang untuk hadiah pernikahan putriku.”

“Oh, kami memilikinya Tuan! Ranjang antik terbuat dari kayu jati pilihan. Mari ikuti saya,” pemilik toko berjalan mendahului. Tuan Gary mengikuti.

Ternyata ranjang yang dimaksud berada di ruang toko paling belakang. Tuan Gary mengamati barang antik itu sejenak. Kondisinya masih bagus. Terlihat sangat kuat. Sebagai pemanis, terdapat ornamen ukiran di sana-sini. Hanya pernisnya saja yang terlihat sudah kusam.

“Saya menjual murah ranjang ini kepada Anda. Bukan apa-apa. Saya hanya ikut merasa senang karena putri Anda akan segera melangsungkan pernikahan. Siapa nama putri Anda?”

“Rihana. Ia akan menikah dengan William.”

“Woow, menarik sekali! Nama putri Tuan mirip nama seorang Ratu.”

Baca Juga :  Puisi: Mimpi

< 1 2 3 4 5 6 7>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button