Home / Opini / Selestinus: Yusril tidak percaya diri selaku kuasa hukum Yusanto

Selestinus: Yusril tidak percaya diri selaku kuasa hukum Yusanto

Yusril Ihza Mahendra. (foto: sumber.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menyesalkan sikap Yusril Ihza Mahendra, sebagai kuasa hukum Ismail Yusanto, jubir HTI.

Persoalannya Yusanto menyampaikan ajakan, dukungan dan dorongan secara terbuka kepada masyarakat untuk melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa untuk menolak Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas.

Meski sesungguhnya aksi unjuk rasa memang benar tidak dilarang apalagi aksi demo itu adalah hak asasi manusia dan wujud berdemokrasi yang benar.

“Sikap Yusril yang nampak aneh adalah mengajak masyarakat melakukan aksi demo menolak Perppu dan sekaligus merapatkan barisan ramai-ramai menggugat pemerintah untuk mempercepat proses dan mandapatkan hasil dari upaya hukum yang tengah dilakukan,” tandas Selestinus, saat dihubungi moral-politik.com, Kamis (24/8/2017) di Jakarta.

Menurutnya, sebagai seorang Advokat senior, Yusril seharusnya paham betul bahwa satu gugatan untuk uji materil UU terhadap UUD 1945, kalaupun dikabulkan, hasilnya mengikat untuk semua pihak bahkan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Dengan demikian ajakan Yursil agar masyarakat yang menolak Perppu ramai-ramai maju serentak melakukan langkah hukum berupa uji konstitusionalitas Perppu No. 2 Tahun 2017, memberi kesan betapa Yusril sedang tidak percaya diri secara kualitas sehingga memerlukan gerakan secara kuantitas untuk menghadapi Permohonan Uji Konstitusionalitas Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas melawan Pemerintah.

Dikatakannya, melibatkan masyarakat banyak apalagi mendorong massa untuk melakukan aksi demo, maka Yusril sama sekali mengabaikan dampak sosial ekonomi dari efek demo, karena tidak mempertimbangkan kerugian secara sosial dan ekonomi berupa jalan macet, masyarakat harus meninggalkan pekerjaan untuk sebuah upaya konstitusional yang sesungguhnya tidak memerlukan massa besar.

Bahkan, tambahnya, bisa saja dilakukan oleh hanya satu orang atau seorang Kuasa Hukum, sebagaimana Ismail Yusanto, Jubir HTI sudah menunjuk Yusril untuk menguji secara formil dan materil konstitusional Perppu No. 2 Tahunn 2017, dengan melibatkan massa besar.

Baca Juga :  Inggris: Pernikahan Sederhana Berkesempatan Lebih Bahagia

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button