Home / News NTT / Strategi Bupati Lay majukan kepariwisataan Kabupaten Belu

Strategi Bupati Lay majukan kepariwisataan Kabupaten Belu

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Setiap koki berupaya keras untuk menemukan bumbu baru dan cara mengolah makanan terlezat.

Apalagi dengan Kepala Negara, dan Kepala Daerah. Mereka ini selalu inginkan strategi baru untuk memajukan masyarakat yang dipimpinnya dalam kurun waktu tertentu.

Kabupaten Belu atau negeri Likurai ini selalu menjadi pusat perhatian masyarakat internasional — kabupaten ini bukan karena berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), tapi daerah ini memiliki kebudayaan dan bahasa yang tak berbeda jauh dengan RDTL.

Di samping itu, tak dapat dipungkiri bahwa RDTL dan Belu saling membutuhkan satu dengan yang lainnya — bisa menjadi ancaman yang mengerikan apabila masing-masing pemimpin tak toleran dan tepa selira.

Bupati Belu Willybrodus Lay, salah satu pemimpin daerah yang mencoba untuk mensejahterakan masyarakatnya dengan cara membangun kemitraan dan hubungan saling menguntungkan antarkabupaten, dan antar Indonesia dengan RDTL.

Sektor yang dipilih Bupati Lay adalah Pariwisata.

Foto: ntt-expos.com

 

“Bicara tentang pariwisata banyak hal yang harus dibahas. Eloknya kita bicara di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dulu, dan kita tidak bisa bicara sektor per sektor,” katanya ketika ditanya perihal strateginya untuk memajukan dunia pariwisata di daerah yang dipimpinnya, bagaimana menangkap peluang wisatawan dari RDTL dan Australia yang ingin berkunjung ke negeri Likurai, di ruang kerjanya, Kantor Bupati Belu, Atambua, Rabu (23/8/2017) pukul 11.00 WITA.

Ia menuturkan, bicara tentang pariwisata NTT yang sekarang berkembang adalah Flores dan sedikit di Sumba. Kenapa? Karena di tempat-tempat ini dikaruniai Tuhan alam atau tempat yang indah, karena itu orang datang. Sedangkan Belu biasa-biasa saja.

“Apakah kita pasrah dan tak ingin membuat Belu berkembang kepariwisataannya?” katanya lalu dijawabnya sendiri, itu berarti harus ada sesuatu sehingga mendorong orang datang ke Belu. Ini yang sedang saya rancangkan.

Baca Juga :  JPU Tuntut 3 Terdakwa Kasus Korupsi PDT Alor dan Flotim 4 Tahun Penjara

Ditambahkan, tahun lalu ketika dirinya menjadi Bupati telah digelar sebuah festival bernama Belu Bangkit. Sepanjang tahun 2016 itu ada banyak kegiatan yang digelar. Tapi tahun 2017 ini usai perayaan Paskah, ia inginkan ada juga kegiatan yang serupa, tetapi tugas yang diberikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sebetulnya sederhana, tetapi tidak jalan.

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button