Home / News NTT / Apa khabar DAK Pendidikan SMA TA 2015 Kota Kupang?

Apa khabar DAK Pendidikan SMA TA 2015 Kota Kupang?

Ilustrasi. (foto: netizensatu.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang mulai telesuri satu per satu proyek yang diduga merugikan keuangan negara di Kota Kupang.

Salah satu kasus yang jadi bidikan kejaksaan kali ini yakni pengelolaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan untuk SMA dan SMK Tahun Anggaran 2015 dengan pagu anggaran senilai Rp 10.170.214.000.

Anggaran DAK bidang pendidikan ini dikhususkan untuk SMA senilai Rp. 2.608.720.000, dan SMK senilai Rp. 7.562.214.000. Ada dua item kegiatan yakni peningkatan fisik dan peningkatan mutu.

Untuk SMA seluruh anggaran DAK tersebut fokus bagi peningkatan fisik. Sementara untuk SMK fokus pada peningkatan mutu senilai Rp. 2.650.000.000 dan untuk peningkatan fisik senilai Rp. 4.912.214.000.

Sasaran dari DAK bidang pendidikan itu yakni untuk SMK penerima DAK sebanyak 20 sekolah, dan untuk SMA penerima DAK sebanyak enam sekolah.

Kepala Kejari Kota Kupang Winarno melalui Kasi Intel Arif Kanahau, Selasa (12/9) kepada wartawan di ruang kerjanya membenarkan adanya proses penyelidikan yang sementara dilakukan Kejari Kota Kupang untuk proyek DAK bidang pendidikan Tahun Anggaran 2015, khususnya untuk SMA dan SMK dengan pagu anggaran senilai Rp. 10.170.214.000.

“Saat ini kita sementara dalami proyek DAK bidang pendidikan pada SMA dan SMK tahun anggaran 2015. Tahapannya saat ini masih pada proses penyelidikan sehingga kita fokus pada pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket),” jelas Arif.

Dijelaskan Kasi Intel Kejari Kota Kupang ini, proses penyelidikan untuk kasus DAK bidang pendidikan Tahun Anggaran 2015 khusus untuk SMA dan SMK dengan pagu anggaran senilai Rp. 10.170.214.000 sudah dimulai sejak Juli lalu.

“Selain periksa saksi-saksi kita juga sementara periksa kondisi fisik proyek tersebut. Belasan orang saksi sudah kita mintai keterangan dan untuk hari ini (Kemarin, Red) kita periksa empat orang saksi yakni dua orang dari Dinas Pendidikan dan dua orang lainnya yakni pihak yayasan,” jelasnya.

Baca Juga :  Keuntungan Santunan kematian bagi Dispendukcapil Kota Kupang

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button