Home / News NTT / Catatan DPRD Kota Kupang dari pertemuan Walikota Jefri-Bupati Kupang

Catatan DPRD Kota Kupang dari pertemuan Walikota Jefri-Bupati Kupang

Daniel Hurek. (foto: kupang.tribunnews.com/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Walikota Kupang Jefri Riwu Kore (Jefri) melakukan pendekatan dengan pemerintah Kabupaten Kupang, untuk bersama-sama menangani masalah air bersih di Kota Kupang.

DPRD Kota Kupang meresponsnya cukup positif. Hal itu merupakan suatu kemajuan, sebab selama ini kedua pemerintah selalu berpolemik soal pelayanan air bersih bagi masyarakat, khususnya di Kota Kupang.

“Langkah yang dilakukan Walikota cukup bijak. tetapi secara isi kerjasamanya kita tidak mengetahuinya, sehingga kami menunggu seperti apa perkembangannya. belum bisa berkomentar banyak,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Kupang Daniel Hurek kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Jumat (1/9/2017).

Menurut Hurek, masalah air bersih di Kota Kupang yang menjadi perhatian pemerintah adalah ketersediaan air baku, dan berikutnya soal manajemen, serta yang terakhir soal jaringan.

Hurek menegaskan, sesuai penyampaian Dirut PDAM Kota Kupang, selama ini diketahui ketersediaan air baku yang menjadi masalah. Sehingga dapat diasumsikan dengan curah hujan cukup, maka ketersediaan air pada bendungan Tilong memadai. Maka itu pada tahun anggaran kemarin telah disepakati untuk dibangun dua unit reservoir besar untuk menampung air dari BLUD SPAM masuk reservoir tersebut untuk suplay ke warga.

Berkaitan air baku ini, katanya, Komisi II DPRD telah melakukan kunjungan kerja ke tiga tempat yakni Kabupaten Jembrana Bali, DKI Jakarta, dan ITB Bandung. Melalui kunjungan itu, ada hal penting yakni perlu adanya desalinasi (pemurnian air) yakni air tawar dan air asin.

“Untuk air asin itu dilepas melalui air kemasan dan air tawar perlu adanya pemurnian, karena air tawar ada air kotor seperti di Oeba dan Sumur Tedens dapat dilakukan pemurnian. Sehingga dengan itu sesuai kewenangan pemerintah kita tidak bisa menentukan A atau B, tapi yang diketahui Komisi II sesuai penjelasan pemerintah kota adalah air baku yang jadi masalah, maka itu salah satu solusi yang ditawarkan,” jelas Hurek.

Baca Juga :  DPRD Kota Kupang himbau masyarakat NTT dukung Andmesh Kamaleng

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button