MORAL POLITIK : Kabupaten Alor pernah bangga atas prestasi Nur Alil. Soalnya, perempuan kelahiran 1987 ini dua kali mengharumkan nama Alor dalam kejuaraan Kempo dunia di Jepang.

Kejuaraan dunia pertama yang dia ikuti adalah pada 2005. Kejuaraan tersebut digelar di Fukui, Jepang. 45 negara ikut dalam kejuaraan itu. Turun dengan nomor campuran Yu Dansa, Nur Alil berhasil mengumpulkan poin sama banyak dengan atlet Kempo asal Jepang di partai final.

“Ini adalah kejuaraan dunia pertama yang diikuti khensi asal Indonesia timur. Kejuaraan ini sebelumnya hanya diikuti khensi asal Indonesia bagian barat,” kenang Nur Alil di Kalabahi, Jumat (1/9/2017).

Prestasinya ini membuat Nur Alil mendapat penghargaan dari Presiden Shorinji Kempo saat itu untuk berlatih di pulau Todotsu kota Sikoki. Dari semua atlet Kempo Indonesia, hanya dirinya dan George Hajo, simpainya, yang diminta. Keduanya satu bulan di kota Sikoku. kota Sikoku merupakan pusat Kempo di Jepang sekaligus dunia. Di situ adalah tempat berlatih para Ninja.

Pada 2011, Nur Alil kembali dipanggil untuk mengikuti kejuaraan itu. Kali ini kejuaraan tersebut digelar di ibu kota Jepang, Tokyo. Dia berhasil mendapat medali emas setelah mengalahkan juara Kempo asal Jepang.

Anak dari Tahir Husein (alm) dan Fatma Alil ini juga tercatat sebagai peraih 2 medali emas di Sea Games yang digelar di Jakarta, 2011 lalu. Dia turun di nomor Embu saat itu. Prestasi yang sama ditorehkan lagi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau. Saat itu dia berhasil merebut 1 medali emas dan 1 medali perak.

“Saya membawa nama Alor dalam setiap kejuaraan. Untuk tingkat NTT bawa nama Alor, sampai di Jakarta itu nama NTT yang dibawa. Kalau Sea Games dan kejuaraan dunia bawa nama Indonesia,” kata perempuan bernama lengkap Nurhayati Alil itu.

Baca Juga :  "Ketika Pelatih Monaco Tak Iklas Kalah dari Juventus"

Setelah mengharumkan nama Alor, NTT dan Indonesia, kini Nur Alil hidup sederhana, jauh berbeda dengan rekan-rekannya. Rekan-rekannya telah diangkat menjadi PNS, sementara dirinya masih berstatus tenaga honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Alor.

Kini, selain sedang mengasuh para khensi di Kabupaten Alor, dia juga membuka usaha kios agar bisa memenuhi sejumlah kebutuhan hidup.