Home / News NTT / Cerita reuni alumni SDK Putra I angkatan 1968-1995

Cerita reuni alumni SDK Putra I angkatan 1968-1995

Ilustrasi. (foto: wikimapia.org)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Alumni Sekolah Dasar Katolik (SDK) Putra angkatan tahun 1968-1995 mengadakan reuni selama dua hari, tanggal 21-22 September 2017.

Pada hari pertama kegiatan, alumni yang berjumlah 45 orang ini melakukan anjangsana ke Desa Fatuleu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, untuk melakukan penghijauan dengan menanam bermacam jenis pohon di Gunung Fatuleu, dan Puskesmas Fatuleu.

Ketua Panitia Reuni Alumni SDK Putra Angkatan 1968-1995, Ahmad S. Buang kepada wartawan di Kediaman Salah satu alumni, Zeyto Ratuarat, Kamis (21/9/2017) mengatakan, reuni ini sebagai bentuk Temu Kangen para alumni SDK Putra I Kupang 1968-1995, yang sudah berpisah selama puluhan tahun. Selain itu kegiatan ini merupakan bagian dari jalinan silaturahmi para alumni.

“Kami sengaja buat reuni SD, karena selama ini reuni hanya untuk SMA dan SMP, sedangkan untuk SD tidak pernah ada. Kegiatan sebagai melepas rasa rindu, karena terpisah akibat kesibukan,” tambahnya.

Menurutnya, gelaran reuni untuk alumni SDK Putra I angkatan 1968-1995 ketika SDK Putra I, dipimpin oleh Kepala sekolah Frans Nuka. Dan pada kesempatan para alumni juga mengundang tiga guru lainya, Bapak Yos Lau, Ibu Yuliani Rasi, dan Ibu Martina Karens.

Ia mengaku selain kegiatan angjangsana, para alumni akan mengadakan berbagai macam kegiatan lomba, pada Jumat (22/9/2017).

Kegiatan lomba yang diadakan berupa lomba lari sprint 100 meter, pertandingan sepak bola eksebhisi yang melibatkan seluruh alumni. Setelah kegiatan lomba tersebut para alumni akan memberikan bantuan buat SDK Don Bosko I, berupa 8 unit kamera CCTV yang akan di pasang pada sekolah tersebut.

Pada kesempatan itu, salah satu guru yang dilibatkan pada kegiatan reuni, Ny.Yuliani Rasi bangga karena murid-murid mau mengumpulkan para guru untuk kegiatan reuni dan temu kangen.

Baca Juga :  Dandim 1603 Sikka kirim 4 siswa ke Mabes TNI

Saya bangga karena murid-murid tidak melupakan guru mereka, padahal sebagian besar dari mereka sudah menjadi orang besar, ada yang sudah jadi pejabat, Anggota DPRD Kota Kupang, pengusaha, dosen, Pastor, Polisi. Ini merupakan kebanggan besar bagi kami para guru karena telah berhasil mendidik mereka,” ujarnya.

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button