MORAL POLITIK : Ribuan eks pejuang pro integrasi Timor Timur (Timtim) untuk Indonesia, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (25/9/2017).

Koordinator aksi Eurico Guterres mengatakan, sebanyak 13.000 eks pejuang Timtim menggelar aksi itu agar bisa diperhatikan oleh pemerintah pusat. Mereka pun ingin bertemu dan berdialog dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Terus terang saja, kami tidak ingin lagi menyampaikan aspirasi melalui bawahan presiden karena tidak akan sampai tuntutan kami,” beber Eurico.

Eurico mengaku, Oktober 2016, ia bertemu dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Wiranto untuk menyampaikan segala permasalahan yang dihadapi para eks pejuang Timtim.

“Kami sudah sampaikan permasalahan kami dan Pak Wiranto berjanji akan menyampaikannya kepada Presiden Joko Widodo, tapi sampai saat ini belum ditindaklanjuti,” paparnya.

Hingga kini, pihaknya belum mendapat keputusan dari pemerintah soal status dari sejumlah warga eks Timtim yang telah berjuang mati-matian demi Indonesia. Bahkan mereka rela meninggalkan tanah kelahirannya untuk bergabung dengan Indonesia.

“Kita berharap bisa bertemu Presiden Jokowi dan kita juga berharap agar pemerintah mau memberikan sertifikat tanah kepada sejumlah pejuang pro integrasi yang telah berjuang bagi Indonesia,” katanya.

“Karena saat ini ribuan kepala keluarga hanya diberikan lahan di atas tanah milik TNI dan Polri agar dibangun rumah bagi sejumlah warga Timtim,” tutupnya.

Pengungsi Eks Tim-Tim Masih Hidup dalam Kemiskinan(Kompas TV)

 

 

 

Penulis  : Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Editor    : Reni Susanti, Erny
Sumber : Kompas.com

Baca Juga :  Pelari Kabupaten TTS Menjuarai Lomba Lari 10 Km Harbak PU