Home / News NTT / Diduga Pungli, Pedagang Pasar Alok unjuk sikap

Diduga Pungli, Pedagang Pasar Alok unjuk sikap

foto: angga lispro/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Sejumlah pedagang pasar yang berjualan di Pasar Alok mengamuk gara-gara retribusi yang diberikan oleh pengelola pasar tidak jelas.

Bahkan sejumlah tagihan yang dilakukan oleh para pegawai pasar ini nilai oleh para pedagang bisa dikatakan sebagai pungutan liar (Pungli).

Pantauan moral-politik.com, kejadian ini berlangsung pada Senin (4/9/2017) di Kecamatan Alok, Maumere, Kabupaten Sikka.

Salah satu pedagang pasar, Borthomulus yang sehari-hari berjualan pakaian bekas pada saat dialog dengan pengelola pasar mengatakan, kami sebagai pedagang yang berjualan di Pasar Alok selalu membayar retribusi kepada pengelola pasar, tetapi kami cukup menyesal setiap barang jualan kami yang di simpan selalu dicuri oleh orang. Kami datang melaporkan masalah ini kepada pengelola Pasar Alok, tetapi mereka tidak mau bertanggung jawab padahal kami selalu membayar retribusi ini.

“Kami pedagang rombengan setiap malam barang kami selalu hilang. Kami lapor tidak ada orang yang bertanggung jawab sampai sekarang. Saya jual dari pertama sampai sekarang ketika barang hilang saya lapor kepada petugas, tetapi tidak ada yang bertanggung jawab,” tegas pedagang rombengan ini.

Selain itu juga, kata Borthomelus, kami pedagang rombengan setiap tahun pajaknya naik dengan membayar biaya kebersihan pasar. Kami membayar juga biaya kebersihan Pasar Alok tetapi sampai saat ini tidak pernah ada petugas kebersihan yang membersihkan Pasar Alok. Justru tiap pagi kami yang membersikan Pasar Alok ini.

“Biaya retribusi untuk kebersihan selama ini kemana yang kami bayar kepada pengelola Pasar Alok ini? Katanya untuk biaya kebersihan Pasar Alok, tetapi juga pedagang pasar juga setiap pagi yang membersikannya. Tambah lagi setiap kali kami masuk bayar lagi retribusi parkir,” ucapnya.

Baca Juga :  Baru usai dikerjakan, Rumah Sakit Jiwa di NTT ini telah retak-retak

Sementara itu, koordinator menambahkan, ketika pedagang berada di Pasar Alok selalu banyak sekali retribusi yang membebani mereka semua. Salah satunya, retribusi biaya parkir yang saat ini ditagih oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sikka. Dimana kita masuk Pasar Alok ini yang menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat pas di pintu masuk membayar karcis parkir.

Lanjutnya, pedagang pasar di sini membayar banyak sekali retribsui pasar, seperti retribusi parkir, tempat jualan, kebersihan, dan lain-lain.

Pencarian Terkait:

  • berita pasar alok

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button