foto: v.j. boekan/moral-politik.com

 

MORAL POLITIK : Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya bertemu Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain melaporkan kemajuan (progress) pre-feasibiliti study rencana pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah disertai turbin listrik energi baru terbarukan di Selat Gonzalu, Kabupaten Flores Timur, Gubernur Frans juga meminta Penunjukan Langsung (PL) pengerjaan proyek itu oleh Tidal Bridge BV dari Belanda.

Hal itu dikemukakan Gubernur Frans pada rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia yang dipimpin langsung oleh Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Kemaritiman, di Gedung BPPT I Lt.3 Jl. MH Thamrin no. 8, Jakarta 10340, Kamis (20/9/2017) pukul 14.10 WIB.

Pertemuan itu sendiri dihadiri juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT Andreas W. Koreh, CEO Tidal Bridge BV Mr. Andre, Mr. Erich, dan Mr. Latif dari Belanda, Sekretaris Dinas PUPR NTT Johanis Tobi, sejumlah pejabat struktural Dinas PUPR NTT disertai staf, dan staf-staf Kementerian Koordinator Kemaritiman.

Berikut ini antara lain jalannya pertemuan pada Kamis (20/9/2017):

Menteri Luhut diminta dukung pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah

Gubernur NTT dua periode ini memanfaatkan ruang dan waktu melalui cara mengundang Menteri Luhut untuk melihat langsung fakta persiapan di Larantuka, Kabupaten Flores Timur pada Oktober 2017 mendatang.

Ia menuturkan demikian karena telah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo pelaksanaan peletakan batu pertama (Ground Breaking) pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah disertai turbin listrik energi baru terbarukan pada tanggal 20 Desember 2017, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) NTT ke-60.

Selanjutnya Gubernur Frans memersilahkan CEO Tidal Bridge BV untuk mempresentasekan materi yang telah disiapkan mengenai pembangunan dimaksud.

 

Penulis: V.J. Boekan