Home / Sejarah / Harimau Jawa punah di ujung Bedil Belanda

Harimau Jawa punah di ujung Bedil Belanda

Foto harimau Jawa hidup, Panthera tigris sondaica, diambil pada 1938 di Ujung Kulon (Foto : Andries Hoogerwerf (29 August 1906 – 5 February 1977)/Wikimedia Commons)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK: Harimau Jawa (Javan Tiger), yang bernama latin Panthera Tigris Sondaica, pernah hidup di sejumlah hutan di Pulau Jawa, mulai ujung Banyuwangi di Jawa Timur sampai Ujung Kulon di Banten.

Kini, tak satu pun hewan karnivora besar itu bisa dilihat lagi.

Bahkan, pemerintah melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia hanya memiliki ‘harta karun’ berupa sisa-sisa bagian tubuh (spesimen) hewan buas itu. Pusat Penelitian Biologi LIPI, yang terletak di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyimpan dua spesimen kulit harimau Jawa, juga dua harimau Bali. Itupun peninggalan Belanda.

Begitu juga dengan sejumlah spesimen kulit harimau Sumatera dan macan tutul atau macan kumbang, yang rata-rata merupakan koleksi sejak tahun 1900-an. “(Spesimen) harimau Sumatera saja yang masih ada. Kita belum ada penambahan koleksi spesimen. Seharusnya ada yang baru. Ini lama sekali,” kata peneliti mamalia di Pusat Penelitian Biologi LIPI, Profesor Gono Semiadi, kepada detikX, Senin, 18 September 2017.

Gono pun mengajak tim detikX ke Collection Room Block, sebuah ruangan berpenyejuk udara dan kedap suara dengan pintu besi yang besar. Ada sejumlah spesimen fauna atau berbagai jenis hewan yang hidup di seluruh wilayah Indonesia di ruangan itu. Setiap spesies, kelas, dan ordo hewan tersimpan dengan rapi di dalam lemari.

Termasuk dua spesimen harimau Jawa peninggalan Belanda tahun 1910, yang tersimpan dalam lemari khusus dan besar. Kulit harimau itu tergantung bersama dua kulit harimau Bali dan beberapa macan tutul atau macan kumbang. Juga terlihat sejumlah kerangka dan tengkorak kepala harimau.

Sekelompok pria dan anak-anak berpose dengan harimau yang telah dibunuh di Malingping, Banteng, Jawa Barat

Foto : Tropenmuseum, part of the National Museum of World Cultures (Wikimedia Commons)

Baca Juga :  Puan Maharani : Restu untuk Jokowi (2)

 

“Inilah ruangan harta karun milik pemerintah Indonesia, yang satu-satunya menyimpan dua spesimen kulit harimau Jawa dan Bali. Ada 30 spesimen kulit harimau Jawa lainnya, tapi ada di luar negeri,” ungkap Gono sambil membuka lemari penyimpanan itu.

Gono mengatakan, kepunahan harimau Jawa terjadi seiring dengan mulai masuknya senjata api ke nusantara pada era kolonialisme Belanda. Memang di nusantara saat itu ada budaya ‘adu bagong’ dan ‘rampogan sima’. Seperti gladiator, harimau Jawa atau macan tutul dilepas di tengah massa yang membawa tombak untuk membunuh binatang itu.

Pencarian Terkait:

  • harimau bali

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button