MORAL POLITIK : Kasus pencurian, juga penjambretan semakin marak terjadi di Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kali ini korban jamret adalah seorang ibu rumah tangga bernama Anita (43), warga belakang Hotel Laguna. Dirinya menjadi korban jamret di depan Brimoda NTT, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, NTT.

Korban kehilangan sejumlah barang-barang berharga seperti 4 handphone dalam tas kulit berwarna coklat, uang Rp. 1 juta, KTP, SIM, dan STNK. Selain itu ia juga menderita luka parah.

Anita kepada moral-politik.com saat melaporkan musibahnya di kantor Kepolisian Sektor Polsek Kelapa Lima, Kota Kupang bahwa peristiwa itu terjadi pada hari Selasa (5/9/2017) sekitar pukul 23.45 WITA. Ia pulang dari isi pulsa dengan menggunakan motor biet dengan nomor polisi DH 5281 HG.

Di tengah perjalanan, tepatnya di depan Brimobda NTT. korban dibuntutin oleh dua penjamret yang menggunakan sepeda motor. Dengan secepat kilat pelaku langsung menyambar tas korban yang sedang digantung di bahu kiri.

Saat itu, katanya, ia sempat pertahankan tasnya sehingga tarik menarik antara korban dan pelaku bertopeng. Korban yang kalah kuat sehingga terjatuh menyebabkan tasnya berhasil di bawa lari oleh pelaku.

Atas peristiwa tersebut korban terluka di tangan bagian siku kiri, dan barang-barang milik korban bahasil di raup pelaku jamret.

Sementara Kapolsek Kelapa Lima AKP. Didik Kurniawan kepada wartawan mengatakan, atas laporan tersebut kita sudah perintahkan anggota untuk turun di semua titik untuk mengejar para pelaku.

 

 

 

Penulis: Semard Dju

 

 

 

 

Baca Juga :  Maraknya kasus asusila di Kabupaten Sikka, Viktor: Perlu ada lokalisasi