Home / News NTT / Inilah tahapan lanjutan pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah (5)

Inilah tahapan lanjutan pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah (5)

foto: v.j. boekan.

Bagikan Halaman ini

Share Button

Provinsi NTT adalah daerah maritim, banyak arus laut yang bisa dikelola menjadi arus listrik energi baru terbarukan. Persoalannya ada tidak investor selain Tidel Bridge BV yang berminat seperti di Selat Gonzalu?

Itu memang benar sekali, NTT adalah daerah maritim yang kaya akan potensi di bawah permukaan laut, di dalam laut, dan di atas laut laut yang bisa menghasilkan energi baru terbarukan berupa listrik tenaga arus laut.

Sesuatu yang baru tidak mudah diterima begitu saja, termasuk perjuangan awal membangun Jembatan Pancasila Palmerah disertai turbin listrik energi baru terbarukan. Bisakah diceritakan kembali perjuangan awalnya?

CEO Tidal Bridge BV Mr. Erick berjabatan tangan dengan Menteri Luhut di Jakarta.

 

Perjuangan kami pertama-tama tidaklah mudah, sebab sesuatu yang tak lazim tak bisa begitu saja diterima. Semisal kami bawa rancangan ini ke Kementerian ESDM, mereka bilang ini bukan kerja kami, masak kami urus jembatan? Kami pergi ke Kementerian PUPR, mereka bilang ini bukan kerja kami terkecuali jembatan. Oleh karena itu kami terus berkoordinasi bahkan agak ngotot supaya konsep itu bisa diterima, sehingga bisa sampai pada tahap sekarang ini, yang perjuangannya semenjak tahun 2014 mulai dari tahap wacana, tahun 2015 kita anggarkan uang untuk P-FS pada tahun 2016, perjuangan untuk mendapat dukungan dari APBN dan baru dieksekusi pada tahun 2017. Bbayangkan saja perjalanan selama tiga tahun menunjukkan bahwa tidak mudah. Sebab butuh argumentasi yang kuat untuk meyakinkan para pengambil kebijakan, para Menteri, dan bagaimana mempengaruhi investor agar mau menanamkan modalnya.

Apa yang bisa Anda katakana kepada investor dari Negara Belanda yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun?

Inilah tahapan lanjutan pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah (1)

Saya harus memberikan apresiasi tinggi kepada Tidak Bridge BV karena selama tiga tahun perjalanan perjuangan ini mereka pergi pulang Belanda-Jakarta-NTT, bahkan ke Flores Timur sudah tak terhitung banyaknya.

Baca Juga :  Menuju perdamaian, Ketua MUI NTT: Semua pihak harus menghargai perbedaan !!

Anda masih ingat harga tiket per orang untuk Belanda-Jakarta?

Inilah tahapan lanjutan pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah (2)

Tentu masih ingat, minimal untuk satu orang pergi-pulang membutuhkan biaya sebesar Rp. 40 juta. Nah, kalau untuk tiga orang berarti Rp. 120 juta. Belum lagi tiket Jakarta-Kupang pergi pulang minimal Rp. 3 juta, berarti untuk tiga orang Rp. 9 juta, dan Kupang-Larantuka minimal Rp. 1 juta untuk satu orang, tiga orang Rp. 3 juta. Belum lagi dana untuk akomodasi, konsumsi dan uang saku mereka. Jika dikalikan 20 berarti minimal mereka telah menghabiskan dana sekitar Rp. 5 miliar. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat serius. Sebab mana ada pebisnis yang mau membuang-buang uangnya begitu saja?

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button