Home / News NTT / Kadis Kesehatan atur pelayanan secara berjenjang…

Kadis Kesehatan atur pelayanan secara berjenjang…

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dr. Ari Wijana. (foto: nyongki/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Menghindari menumpuknya pasien peserta BPJS maupun Jaminan Kesehatan lainnya di rumah sakit, Dinas Kesehatan Kota Kupang telah mebuat regulasi baru.

Regulasi tersebut mengatur jenis penyakit yang harus dirawat dirumah sakit tipe seperti apa, sehingga tidak terjadi penumpukan pelayanan.

“Misalnya kalau penyakit-penyakit ringan tidak harus dirawat di Rumah Sakit Tipe B, seperti RS. Siloam, maupun RSU W.Z. Johannes,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Ary Wijana kepada wartawan belum lama ini.

Ary mengatakan, dalam regulasi mengatur soal pelayanan kesehatan bagi peserta jaminan kesehatan, ada 77 diagnosa penyakit yang harus ditangani oleh Puskesmas, dan tidak boleh dirujuk.

“Kalau 77 diagnosa itu sampai dirujuk maka puskesmas di kenai sanksi ,” kata Ari.

Selain itu, rujukan yang dikeluarkan oleh pihak puskesmas juga harus dipilah, apakah pasien tersebut harus dirawat di rumah sakit Tipe C, seperti RSUD S.K. Lerik, RS Leona, atau ditambah 8 RS tipe C lainnya yang ada di Kota Kupang, sehingga tidak harus sampai di RS tipe B seperti RS Siloam, atau RSU, W.Z. Johannes Kupang.

“Saat ini banyak pasien yang lebih memilih langsung pergi ke Rumah Sakit Siloam dan RSU W.Z. Johannes tanpa melalui jenjang pengobatan, sehingga kedua RS tersebut kewalahan melayani pasien. Belum lagi kalau pelayanan yang lambat karena membludaknya pasien, membuat keluarga pasien marah-marah dan mengancam dokter dan perawat, sehingga pelayanan makin terganggu,” tambahnya.

Menurutnya, aturan pengobatan secara berjenjang ini perlu diatur agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik.

 
Penulis: Nyongki

Baca Juga :  Ray Fernandes dan Ny. Kristina Ziarah ke Makam Usif Pah Oenam

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button