Home / News NTT / Kemungkinan Walikota Jefri menata Kota Kupang menuju Kota Pariwisata

Kemungkinan Walikota Jefri menata Kota Kupang menuju Kota Pariwisata

Kepala Dinas PUPR NTT Andreas W. Koreh (kanan) dan Walikota Kupang Jefritson Riwu Kore (tiga dari kanan) di rumah duka Barnabas nDjoerumana (Alm) di Kota Kupang. (foto: v.j. boekan)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Kecemasan warga Kota Kupang, ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) soal bangunan-bangunan yang menutup bibir pantai kian melebar.

Sejumlah masyarakat Kota Kupang yang pernah mengeluhkan pembangunan gedung di bibir pantai Oesapa kepada pihak DPRD Kota Kupang intinya meminta beberapa bangunan tak diperpanjang izinnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

Salah satu contoh bangunan eks Teluk Kupang yang oleh Walikota Kupang Jonas Salean telah diberikan izin untuk mengelola lahan tersebut sesui dengan proposal yang diajukan dan disepakati pihaknya. Sedangkan sejumlah elemen masyarakat Kota Kupang mendatangi DPRD Kota Kupang untuk menyuarakan aspirasi serta menuntut kepedulian dari lembaga yang merupakan institusi perpanjangan suara mereka itu.

Rapat dengar pendapat antara pihak DPRD dengan Pemkot Kupang pun tak bisa terelakan lagi. Simpulannya, dua belah pihak tetap memertahankan sikapnya; Pemkot bersikokoh memberikan izin kepada PT. Suba Suka Go sedangkan DPRD inginkan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH), mengingat tak ada lagi RTH di bibir pantai Kota Kupang.

Gayung pun bersambut manakala Walikota Kupang terpilih Jefritson Riwu Kore (Jefri) dan Wakil Walikota Hermanus Man dilantik oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Walikota Jefri menyentakkan bumi kota Flamboyan (Julukan paling populer untuk Kota Kupang sebagai Kota Flamboyan di kelas akar rumput, bukan Kota Kasih yang hanya di kelas pemangku kepentingan) dengan meminta membatalkan kontrak kerja Pemkot dengan PT. Suba Suka Go, alasannya masyarakat lebih membutuhkan RTH sebagai tempat rekreasi atau sebagai salah satu obyek wisata.

foto: semard dju/moral-politik.com

Sembari menanti waktunya untuk bersua khusus dengan Walikota Jefri, berikut ini petikan wawancara dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Provinsi NTT Andreas W. Koreh di hadapan puluhan stafnya, dan sejumlah mitra kerjanya di Kantor Dinas PU-PR NTT, Kantor Gubernur NTT Pertama, Jl. Basuki Rahmad, Kota Kupang, Jumat (1/9/2017) pukul 11.30 WITA.

Baca Juga :  Pencairan dana Panwaslu, Pemkot akan surati Polresta Kupang Kota

Sangat banyak wisatawan mancanegara dan Nusantara yang datang ke Kota Kupang berdecak kagum ketika menyaksikan panorama di sekitar pantai. Lautnya indah disertai dengan bentang alam kars yang menjadi pondasi salah satu kota besar di Indonesia ini, adalah fenomena langka. Pada umumnya kars dikategorikan sebagai kawasan lindung yang memiliki fungsi konservasi. Karena itu, pengembangan kota di atasnya harus dilakukan dengan bijak agar berkelanjutan. Bagaimana Anda melihat fakta ini jika suatu ketika Walikota Jefri ingin menata ulang Kota Kupang, semisal memindahkan bangunan-bangunan yang ada di bibir pantai, dan tak mengganggu bangunan-bangunan yang berada di sebelah jalan (Arah kanan menuju ke Kabupaten Kupang)?

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button