Home / News NTT / Kiat Lurah Fatululi jadikan Kota Kupang sebagai “Kota Sepe”

Kiat Lurah Fatululi jadikan Kota Kupang sebagai “Kota Sepe”

Lurah Fatululi Rikardo Z. Therick (dua dari kiri), Direktur Rumah Sakit Siloam Kupang dr. Hans Lie, Humas Rumah Sakit Siloam Kupang Theresia Ine, Wartawan moral-politik.com Semard Dju. (foto: semard dju/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Lurah Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kuang, Ricardo Therik menegaskan pentingnya lubang resapan air di Kota Kupang, terutama di wilayah yang di pimpinnya.

“Saya bilang kepada warga Kelurahan Fatululi agar memaksimalkan curah hujan yang terbatas, sekaligus untuk menjaga kondisi air tanah selalu tersedia, maka diwajibkan untuk membuat satu lubang sumur resapan di setiap rumah,” kata Lurah Therik kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (26/9/2017).

Therik mengatakan, untuk mengatasi krisis air di Kota Kupang, masyarakat perlu membuat sumur resapan yang cukup banyak, agar ketika curah hujan yang tinggi selama musim penghujan yang cuma selama tiga bulan, air hujan tidak terbuang percuma kelaut, tapi bisa ditampung demi kesediaan air tanah.

Dikatakan, selama ini, masyarakat selalu mengandalkan pemerintah dalam segala urusan, namun perlu diketahui bahwa pemerintah juga punya keterbatasan, baik itu dari sisi anggaran, maupun keterbatasan SDM. Untuk itu masyarakat juga harus berperan dalam hal-hal yang bisa dikerjakan sendiri oleh masyarakat, dan salah satunya adalah membuat lubang resapan air.

“Kita tidak bisa mengandalkan pemerintah dalam segala hal. Apa yang bisa dikerjakan oleh masyarakat untuk membantu pemerintah, sebaiknya dikerjakan. Lagi pula kepentingan dari pembuatan lubang resapan untuk kepentingan bersama,” tegas Therik.

Selain mewajibkan warganya membuat lubang resapan air, Therik mengaku pihak kelurahan juga mewajibkan warganya untuk melakukan penghijauan dengan menanam pohon di halaman rumah, maupun di jalan-jalan umum di wilayah kelurahan.

Menurut Lurah terganteng di NTT ini, kegiatan penghijauan itu dirintis Pemerintah Kota Kupang yang menyediakan ribuan anakan Pohon Flamboyan (Sepe) kemudian dibagikan kepada warga Fatululi untuk menanamnya di halaman, maupun di wilayah sekitarnya, terutama di pinggir jalan umum, seperti di Jalan Frans Seda, dan di pinggir ruas jalan lingkungan, jika ada lahan yang memungkinkan.

Baca Juga :  Perihal Bantuan Rumah Layak Huni, Begini Sikap Jonas Salean…

“Dengan adanya penghijauan, pada di musim panas di Kelurahan Fatululi sudah banyak tempat yang rindang,” katanya.

< 1 2>

Komentar Anda?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button