Home / News NTT / Kiat Walikota Jeriko menyelesaikan masalah tenaga kerja

Kiat Walikota Jeriko menyelesaikan masalah tenaga kerja

Walikota Kupang Jefritson Riwu Kore. (foto: ntt-news.com/moral-politik.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Walikota Kupang Jefritson Riwu Kore (Jeriko) memberikan perhatian lebih terhadap bidang ketenagakerjaan di wilayang yang dipimpinnya.

“Masalah Ketenagakerjaan harus menjadi perhatian semua pihak, terutama terjadinya masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), gaji di bawah UMP/UMK, kecelakaan kerja, masalah wajib lapor ketenagakerjaan, penempatan tenaga kerja, perdagangan orang, masalah perusahan outsourcing (Ahli Daya), tidak adanya kontrak kerja dalam satu hubungan kerja, serta masih banyaknya perusahan yang belum membuat peraturan perusahan/perjanjian kerja sama,” kata Walikota Jeriko melalui Asisten bidang Pemerintahan Yos Rera Beka, dalam acara Sosialisasi Berbagai Peraturan Pelaksanaan Tentang Ketenagakerjaan Tahun 2017, di Hotel Ima, Kota Kupang, Rabu (6/9/2017).

Ia berharap para pengusaha dituntut untuk berperan aktif menanggapi dan menyelesaikannya pada tingkat Bipartit antara pengusaha dan pekerja, di samping tuntutan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Walikota Jeriko mengatakan, dimensi pembangunan ketenagakerjaan mempunyai keterkaitan dalam tiga kepentingan. Tiga kepentingan tersebut meliputi kepentingan pengusaha, pekerja dan pemerintah yang memerlukan pengaturan menyeluruh dan komprehensif.

“Antara lain mencakup pengembangan sumber daya manusia, peningkatan produktifitas dan daya saing, perluasan kesempatan kerja dan pembinaan hubungan industrial,” sebutnya.

Lebih jauh Walikota Jeriko mengatakan, sosislisasi yang diselenggarakan tersebut merupakan forum bermartabat sebagai upaya menyamakan persepsi terhadap aturan pelaksanaan Undang-Undang No. 13, tentang ketenagakerjaan, yang dimaksudkan untuk menciptakan hubungan yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan antara pengusaha/buruh.

“Saya memberikan aresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini, sehingga semua kita bisa menyamakan persesi demi tercapainya ketenangan kerja dan kelangsungan berusaha menuju stabilitas ekonomi yang kita harapkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Sidang Kasus Alkes SBD di Tipikor Kupang, JPU hadirkan 9 saksi

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button