MORAL POLITIK : Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Klas 1A Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjatuhkan vonis 1 tahun penjara kepada terdakwa Salmun Tabun.

Keputusan majelis hakim tersebut terjadi pada Selasa (12/9/2017) sekitar pukul 17.00 WITA.

Terdakwa Salmun Tabun diduga telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi dana makan minum pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) terpilih periode 2014-2019.

Dalam amar putusan itu dibacakan majelis hakim pada persidangan dengan agenda pembacaan putusan di pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (12/9/2017) sekitar pukul 15.30 WITA.

Jalannya sidang dipimpin Ketua Edi Pramono didampingi dua hakim anggota yakni Jimmy Tanjung dan Ahli Mutahrom, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari TTS Patrik, sedangkan terdakwa Salmun Tabun di dampingi oleh tim kuasa hukum di antaranya Feri Fernades, Mel Daumanus, Nikson Mesah, Ahmad Kandula, dan Rian Kapitan.

“Pertimbangan hakim terdakwa telah bersalah terbukti secara sah melanggar tindak pidana korupsi junto pasal 3 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah di ubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata ketua majelis hakim Edi Pramono saat menjatuhkan hukumannya kepada terdakwa di pengadilan Tipikor Kupang.

Majelis hakim juga menjatuhkan pidana uang pengganti kerugian negara sebesar Rp. 50 juta dan subsider 1 bulan penjara.

Adapun pertimbangan majelis hakim saat membacakan vonis kepada terdakwa Salmun Tabun, karena ada kerugian negara sebesar Rp. 3 juta.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum dari Kejari TTS menuntut majelis hakim agar menjatuhkan terdakwa Salmun Tabun 1, 5 bulan penjara, denda Rp. 50 juta dan subsider 1 bulan penjara.

 

 

Penulis: Semard Dju

Baca Juga :  Sekwan Lusi ungkap rencana Sidang Pembahasan APBD Murni 2017