Home / News NTT / Mantan Walikota Kupang penuhi panggilan Tipikor Kupang

Mantan Walikota Kupang penuhi panggilan Tipikor Kupang

foto: semard dju/moral-politik.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Mantan Walikota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Jonas Salean akhirnya datang juga ke  pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Klas 1 Kupang untuk menjadi saksi kasus gugaan pencucian uang negara yang menyeret Direktur PT. Sasando, Sulaiman M. Louk.

Pantauan moral-politik.com, Senin (11/9/2017) sekitar pukul 15.00 WITA, Jonas Salean bersama Sekda Kota Kupang Bernadus Benu tiba di halaman pengadilan Tipikor dengan menggunakan baju kemeja putih dan celana berwarna hitam, mendapatkan pengawalan ketat dari anak buahnya, diantaranya Kepala Dinas Penda Kota Kupang Jefri Pelt.

Mantan Walikota Kupang satu perioden ini datang di pengadilan Tipikor untuk menjadi saksi atas kasus dugaan pencucian dana hibah di PT. Sasando yang merugikan negara sebesar Rp. 1,2 Miliar.

Setelah menjelang satu jam Jonas Salean menunggu, pada pukul 17.00 WITA sidang mulai digelar, kemudian majelis hakim memersilahkan para saksi masuk di ruangan persidangan. Saat itu Jonas Salean bersama saksi lainnya terlihat sopan memasuki ruangan sidang.

Beberapa menit kemudian majelis hakim meminta para saksi berdiri dan mengikuti sumpah sebelum memberikan keterangannya terkait kasus pencucian dana hibah di PT. Sasando tersebut.

Namun, Jonas Salean yang juga sebagai pemegang saham saat itu dalam keterangannya mengaku, dana hibah di perusahaan milik daerah Kota Kupang itu, sudah sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2010, dan dana tersebut dana dari Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Kota Kupang. Ada dua sumber, yaitu Pemkot dan Koperasi yang di berikan sebesar Rp. 2 miliar pada tahun 2014.

“Itupun karena pemegang saham tunggal makanya dalam aturan ditunjuk, kita lihat terdakwa punya visi yang baik dan juga sering tatap muka dengan terdakwa, dan latar belakang terdakwa orang ekonomi,” kata Jonas.

Baca Juga :  Refleksi Pilkada Kabupaten Manggarai 2015

Ditambahkan Jonas, karena sebelumnya kita melihat di PT. Sasando itu hanya modal usaha Rp. 500 juta, maka dari itu bagaimana mekanisme penyertaan modal, untuk bisa berusahan lebih baik, diusul waktu itu Rp. 4 miliar lebih, kita sampaikan ke TAPD untuk mendalami, ternyata hanya mampu Rp. 2 miliar.

< 1 2>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button