Home / News NTT / Membandingkan Jembatan San Fransisco dengan Pancasila Palmerah

Membandingkan Jembatan San Fransisco dengan Pancasila Palmerah

Maket atau Miniatur Jembatan Pancasila Palmerah yang telah disayembarakan. (foto: akun FB Johanis Toby).

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Jembatan Pancasila Palmerah yang akan di bangun di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) lebih moderen dari Jembatan San Fransisco di Amerika Serikat.

Keunggulan dari Jembatan Pancasila Palmerah tingginya hanya berkisar tujuh hingga delapan meter sehingga yang bisa melintasi Selat Gonzalo adalah kapal-kapal kecil. Sedangkan untuk kapal-kapal besar jalurnya dipindahkan melingkar pulau menuju ke Waiwerang. Selain itu di jembatan ini diletakan turbin listrik untuk menggerakkan arus listrik energi baru terbarukan berkekuatan di atas 300 Megawatt (MW).

Tak bisa di pungkiri bahwa pembangunan jembatan di Selat Gonzalo terinspirasi dari Jembatan San Fransisco — tak ada hal baru di planet ini — semua yang terjadi adalah pengulangan-pengulangan — tapi kekhasan Jembatan Pancasila Palmerah terletak pada turbin listrik untuk menggerakan arus listrik energi baru terbarukan dari kekuatan arus laut di Selat Gonzalo yang terbersit seonggok alkisah itu.

Bagaimana sesungguhnya perbandingan antara kedua jembatan tersebut, media ini berkesempatan mewawancarai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Provinsi NTT Andreas W. Koreh di Kantor Dinas PU-PR NTT beralamat di Kantor Gubernur NTT Pertama, Jl. Basuki Rahmad, Kota Kupang, Jumat (1/9/2017) pukul 11.30 WITA.

Berikut ini petikan wawancara dan jawaban Kadis Andreas.

Sebulan yang lalu Anda bersama Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Pengurus Perkemi NTT dan atlet berkesempatan ke Amerika Serikat. Dari sejumlah update status di media sosial Facebook, rombongan NTT menyempatkan diri untuk melihat dari dekat jembatan San Fransisco, bisakah diceritakan kekhasan Jembatan San Fransisco?

Jembatan San Fansisco yang kami lihat itu memang menghubungkan dua pulau juga; Golden Gate Bridge itu. Dia semata-mata untuk menghubungkan dua titik. Besarnya beda sekali, satu kapal besar bisa lewat. Kalau Jembatan Pancasila Palmerah tingginya hanya tujuh sampai delapan meter sehingga kapal-kapal nelayan bisa lewat. Kalau di sana kapal-kapal besar bisa lewat. Sangat tinggi, dan panjangnya sekitar 2.300 sampai 2.400 meter.

Baca Juga :  DPRD NTT tanggapi masalah Jembatan Petuk, Kepala Balai Jalan tak ditemui...

Kalahnya Jembatan San Fansisco tidak ada turbin listrik untuk menggerakkan arus listrik energi baru terbarukan berkekuatan hingga 300 MW, ‘kan?

Tapi value added (nilai tambah) dia pada sektor pariwisata. Di sana ada Pulau Alcatraz, penjaranya juga bernama Alcatraz. Penjara ini paling kejam dan di takuti di dunia, yang sekarang ini bukan lagi jadi penjara, tapi sudah menjadi tempat wisata. Mau ke situ saja, paling tidak tiga bulan sebelumnya sudah membeli tiket baru kita bisa masuk. Jadi mereka menjual jembatan itu untuk kepariwisataan. Sehingga memang berbeda, tapi fungsi jembatan sama, menghubungkan dua titik. Kemudian mereka membuat jembatan itu pada tahun 1935-1938, jadi selama tiga tahun.

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button