Home / News NTT / Menjumput Jembatan Pancasila Palmerah dengan ‘Teori Spread Effect’

Menjumput Jembatan Pancasila Palmerah dengan ‘Teori Spread Effect’

Dari kanan Kadis PU-PR NTT Andreas W. Koreh, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Sekretaris Dinas PU-PR NTT Johanis Toby. (foto: dok. dinas pu-pr ntt)

Bagikan Halaman ini

Share Button

MORAL POLITIK : Semakin menarik saja cakap-cakap perihal rancangan membangun Jembatan Pancasila Palmerah dilengkapi dengan turbin listrik energi baru terbarukan berkekuatan 300 Megawatt (MW) di Selat Gonzalo, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut bermula ketika si arsitektur awal Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Provinsi NTT Andreas W. Koreh masih terbawa tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) di bidang PU-PR, sehingga yang menjadi muatan utamanya adalah bangunan fisik.

Padahal, minimal, kalau pembangunan itu disinergikan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata maka peluang-peluang usaha untuk menjumput diresmikannya jembatan dimaksud sudah mulai di rancang sedini mungkin, setidaknya mulai dari sekarang.

Amatan mata bugil kami, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus berbulan madu dengan urusan jalan-jalan bak wisatawan Nusantara dan Mancanegara. Alasannya untuk memromosikan dunia kepariwisataan di NTT. Padahal tugas promosi tak harus dilakukan oleh dinas ini, bisa dilakukan oleh dunia usaha kepariwisataan.

Akibatnya banyak obyek wisata yang ada dibiarkan kumuh, di bangun asal-asalan, tak ada orang yang mengelola; kalaupun ada tak profesional.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya

 

Banyak studi banding yang telah dilakukan, tapi sepulang dari daerah dan negeri orang lain, tak jelas apa yang mau dilakukan.

Ada mimpi besar yang beberapa waktu terakhir ini diujarkan oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya (Gubernur Frans). Terakhir ketika memberikan sambutan pada acara pelantikan Sekda NTT Benediktus Polo Main di Aula Fernandes, Lantai IV Kantor Gubernur NTT, Jl. El Tari, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Provinsi NTT pada Rabu (30/8/2017) pukul 09.30 WITA yang lalu.

Gubernur Frans menekankan kepada Sekda Benediktus agar segera memikirkan langkah-langkah untuk membangun dan memajukan keperiwisataan di Provinsi NTT.

Baca Juga :  OSO ajukan usulan pembangunan gedung baru hampir Rp1 triliun

Tak ada yang salah dengan penegasan Gubernur Frans, sebab tugas Sekda adalah mengkoordinasikan aktivitas yang bertalian dengan P3, yaitu personalia, pendanaan dan peralatan. Selain itu ada tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh Gubernur sebagai Kepala Daerah.

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button