Home / Opini / Opini: Ingatan dan Insiden

Opini: Ingatan dan Insiden

Everd Scor Rider Daniel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Oleh Everd Scor Rider Daniel *)

 

 

MORAL POLITIK : Ingatan ada, mula-mula karena mendekam pada episode yang sunyi. Seperti halaman tanpa bab.

Ia adalah telegram, persis berhubungan jaraknya dengan kejadian. Ingatan, adalah proses, terbentuk lewat pengulangan-pengulangan, kemudian dipertautkan di atas kenyataan. Ingatan bisa berjalan di atas lapisan yang kompleks, miring, presisi, bahkan sunyi. Proses-proses dilalui tidak sekadar jalan lurus (rasionalitas) karena terkandung prasyarat. Dari yang abstrak sekalipun, ingatan menjangkau eksistensinya. Segala sesuatu menjadi berarti, ketika bisa saling memampukan jalan agar tak lupa. Memberi udara pada ingatan untuk bernapas, kemudian mencari. Kalau bisa diimajinasikan, ingatan itu sebentuk persegi, tanpa ukuran, luas. “Ranjang” bagi segala yang abstrak sampai rahasia.

Ketika dikontekskan pada narasi, ingatan memiliki umur. Bisa panjang sampai kemudian beranak pada generasi, atau bisa juga tidak. Hilang karena terlalu ringan untuk diterbangkan. Pramoedya, berusaha melupakan karya-karyanya sendiri, ketika sudah turun dari mesin tik Belanda. Sebagian ada yang umurnya panjang, atau sebagian lagi mati muda. Karya itu disepakatinya sebagai anak, yang Ia anggap punya jalan masing-masing. Baginya, dianggap membosankan, bahkan tidak adil, di saat harus membaca ulang apa yang ditulis, sudah ada jalan yang diyakini, sampai saat nanti, karya-karya itu bertemu kenyataan.

Abjad, bagian dari kalimat yang mendukung ingatan itu, berporses dari hasil kejadian. Dan ingatan juga berproses dalam jejak-jejak kata. Teks tersusun dari ingatan. Pramoedya, sebagai manusia, sadar melisankan ingatan, ketidakbebasan, dari pengalaman, kemudian ditulis. Ingatan baginya sesuatu yang tidak adil, karena terus mendekamnya pada situasi pulau Buru.

Ingatan memuat subjektifitas, kental dengan sudut pandang. Bisa juga dikatakan objektif, bilamana ingatan itu ada di wilayah kolektif (ketika kebanyakan manusia menghirup udara yang sama). Subjek melekat pada yang tunggal, namun juga bisa dinamis, berubah objektif ketika merangkul yang jamak.

Baca Juga :  Hindari Nonton dan Praktekkan Adegan Bintang Porno

Ingatan adalah objek bebas, tidak bermain di wilayah aturan. Semua bebas mengingat tanpa dituduh bersalah. Tak seorang manusia dapat dihujat atas dasar apapun tentang yang diingat, karena sebenarnya Ia tuan atas ingatannya sendiri. Ingatan punya lapisan, sesuai abjad kejadian. Tidak bisa dipinjam atau dipertukarkan karena dialami secara privat. Namun bisa juga menembus batas-batas pengalaman subyek di saat ingatan yang sama dialami oleh sebagian besar lain.

< 1 2 3>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button