Home / Opini / Opini: Mencegah diskriminasi HAM dalam penanganan HIV/AIDS

Opini: Mencegah diskriminasi HAM dalam penanganan HIV/AIDS

Sherly Diana da Costa, The last day in Vatican the view in front of Basilica St Pietro September 2 2017.

Bagikan Halaman ini

Share Button

Oleh Dr. rer. nat Apolonia Diana Sherly da Costa, M.Sc *)

 

 

 

MORAL POLITIK : Diskriminasi dalam ‘Human Immuno deficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome’ atau (HIV/AIDS) telah dipertimbangkan dalam kasus-kasus pengambilan keputusan.

Keputusan dimaksud pada bidang kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, agama, dan politik, atau kebijakan dan implikasi hukum dan penerapannya yang diperlukan untuk mengatasi tindakan holistik secara nyata, dengan meningkatkan tindakan pencegahan dan penanganan kasus diskriminasi HIV/AIDS.

Untuk mencapai tindakan pencegahan holistik ini, Indonesia dan lima belas negara lainnya yaitu Bangladesh, Uzbekistan, Afrika Selatan, Tajikistan, Tanzania, Ukraina, Uzbekistan, dan Vietnam telah bekerja sama dalam Hubungan Bilateral Internasional dengan Kesehatan Strategis Global Jerman memprioritaskan sistem kesehatan melalui penguatan pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS.

Kendati demikian, kasus diskriminasi HIV/AIDS di Indonesia menjadi polemik yang tidak diharapkan dan oleh karena itu, kasus ini mengukur tingkat kualitas kesehatan manusia dan upaya semua pemangku kepentingan untuk menangani masalah HIV/AIDS dengan memperkuat tindakan holistik antara kerjasama nasional dan internasional.

Pada konteks internasional, Jerman dikenal sebagai negara terbesar kedua di Eropa yang terlibat dalam perlindungan kesehatan global selama dekade terakhir. Jerman secara finansial berkontribusi terhadap kesehatan global dari $ 544,4 juta di tahun 2005 menjadi $ 977,5 juta pada tahun 2010.

Dari bantuan Bilateral Jerman ke Indonesia dan lima belas negara lainnya untuk mempercepat penanganan kesehatan global termasuk pencegahan HIV/AIDS di mana bantuan Jerman mencapai sekitar 49 % ($ 475,3 juta), tercatat dari pengeluaran kesehatan.

Sementara dari 51% ($ 502,2 juta) dibantu oleh organisasi multilateral, Jerman mendukung secara aktif percepatan pencegahan HIV/AIDS untuk Indonesia melalui korporasi bilateral semacam ini.

Di sisi lain, Jerman juga dikenal sebagai donor utama dana global untuk Melawan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di mana Jerman telah menyumbang lebih dari separuh dana kesehatan multilateral sebesar($ 270,2 juta).

Baca Juga :  Cara Terbaru Mempercantik dan Menyehatkan Miss V

Jerman telah menunjukkan peran terbesar sebagai Negara pemerhatikasus HIV/AIDS di mata dunia dalam penanganannya.

< 1 2 3 4>

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button